Jokowi: Kepala Daerah Jangan Hanya Mesra di Awal

Jakarta, Obsessionnews - Presiden Jokowi meminta kepala daerah dan wakilnya untuk bersatu, menjadi tim yang solid supaya memberikan kerja nyata kepada masyarakat. Pasangan kepala daerah harus bisa jadi dwi tunggal dengan saling memperkuat dan saling melengkapi.
Jokowi mengatakan hal itu, saat memberikan arahan dalam Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2016 dengan Gubernur Seluruh Indonesia serta Wakil Gubernur, Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota hasil Pemilihan Kepala Daerah serentak, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/4/2016).
"Jangan awalnya saja mesra, nanti pertengahan berantem. Jangan terjadi, bapak-bapak ditunggu, diharap rakyat. Bertarung lima tahun sekali, jangan bertarung terus, rakyat dapat apa? Yang dulu jadi lawan politik agar dirangkul, jangan dulu yang tidak dukung, dipindah ke tempat terpencil. Sebagai pimpinan daerah ditunggu oleh rakyat kerja-kerja nyata kita," kata Presiden.
Presiden mengingatkan pentingnya deregulasi di tingkat provinsi, kota dan kabupaten. Dalam catatan Presiden terdapat 42.000 regulasi di tingkat kementerian dan 3.000 peraturan daerah yang bermasalah dan Presiden meminta untuk langsung dihapus tanpa perlu lagi dikaji.
"Ini sangat menyulitkan kita semua. Kalau dikaji sebulan hanya dapat 5-7 perda (yang dihapus)," ujar Presiden.
Di samping itu, Presiden menekankan kemudahan berusaha atau ease of doibg business. Pimpinan daerah, katanya harus melakukan langkah-langkah terobosan dalam kemudahan berusaha terutama pada UMKM.
"Dalam kemudahan berusaha pada tahun 2016, kita masih peringkat ke 109, naik dari sebelumnya di peringkat 120. Tapi dibandingkan dengan negara ASEAN masih jauh tertinggal. Langkah perbaikan dalam hal prosedur perizinan di daerah sangat mendesak untuk dilakukan," pungkas Jokowi. (Has)





























