Gubernur Kepri Meninggal Usai Rapat dengan Jokowi

Gubernur Kepri Meninggal Usai Rapat dengan Jokowi
Jakarta, Obsessionnews - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani (73) meninggal di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta, Jumat 8 April pukul 15.00 WIB. Sani meninggal usai bersama kepala daerah lainnya mengikuti rapat dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, pagi tadi. "Pak Gubernur meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB," kata Kepala Biro Humas dan Protokoler Heri Mokhrizal, kepada Antara, Jumat (8/4/2016). Kabar duka itu bagi masyarakat Kepulauan Riau itu tersebar luas. Sejumlah pejabat akan berangkat ke Jakarta, sore ini. Belum diketahui kapan jenazah akan diberangkatkan ke Tanjungpinang. "Kami masih koordinasi dengan pihak keluarga. Kalau bisa malam ini dibawa ke Tanjungpinang," ujar dia. Sejak pekan lalu, Sani dikabarkan sakit dan dirawat di Jakarta. Seluruh kegiatan pemerintahan yang seharusnya dihadirinya, diwakilkan kepada Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. Sani lahir di Sungai Ungar, Kabupaten Karimun, pada 11 Mei 1942. Almarhum meninggalkan seorang istri Aisyah dan tiga anak. Meninggal Usia 73 Tahun Kabar duka Gubernur Kepulauan Riau H. Muhammad Sani  telah menutup usia pada umur 73 tahun. Kelahiran Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur Karimun, Kepulauan Riau 11 Mei 1945 meninggal, Jumat 8 April di RD Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya M Sani memiliki agenda di Jakarta yakni menghadiri pengarahan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Belum sempat menghadiri pertemuan kepala daerah Sani telah meninggal dunia. Berdasarkan informasi Kabag Protokol Provinsi Kepulauan Riau, Junaidi, M Sani tutup usia pada pukul 14:30 WIB.  Sedangkan zenajah akan diberangkatkan ke Kepri  malam ini. "Rencana akan diterbangkan ke Kepri pukul 19:30 arau 20:00 ke Tanjung Pinang. Besok akan dikebumikan, masyarakat akan menghadiri," ungkapnya, Jumat, (8/4/2016) Junaedi mengatakan, pada Rabu, 6 April 2016 M Sani berangkat di Jakarta bersama pejabat Kepri dalam rangka tugas negara. M Sani menginap di apartemen Asscott, Jakarta Pusat. Selama hidupnya M Sani telah terpilih dua periode sebagai Gubernur Riau yakni periode 2010-2015 dan 2016-2021. Pemilihan Gubernur 2010 M Sani menggantikan Ismeth Abdullah, yang sebelumnya juga M Sani pernah menjabat wakil Gubernur mendampingi Ismeth Abdullah. Ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Kabupaten Karimun pada tahun 2001 hingga 2005. Semasa hidupnya M Sani meraih berbagai penghargaan yakni peraih Satya Lencana Bintang Melati 2003 dan Satya Lencana Pembangunan 2004 oleh Presiden Republik Indonesia. Penghargaan lain yakni Setya Lencana Karya Satya 30  (1995), Pin Emas dari Menteri Agama RI (2003), Manggala Karya Kencana (2009), Bintang Tanda Jasa Pratama (2009) Bintang Mahaputra Utama (2013), Penghargaan Pencapaian Sasaran Tujuan Pembangunan Milenium/MDGs (2013), Penghargaan Ksatria Bakti Husada Kartika atas peran besarnya dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau (2013), Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Utama (APE) atas jasa besarnya dalam memajukan kaum perempuan dan anak di Kepri (2013), Penghargaan Museum Rekor Dunia Internasional atas Penyelenggara Penyuluhan Narkoba dengan Peserta Pramuka Terbanyak (2008), serta masih banyak lagi lainnya.(Ant/Rez/Asma)