Jokowi Minta Menteri Utamakan Politik Kerja, Bukan Politik Wacana

Jakarta, Obsessionnews - Di tengah isu hangat tentang perombakan kabinet (reshuflle), Presiden Jokowi mengundang seluruh menteri Kabinet Kerja hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna. Presiden mendorong para menterinya agar bekerja dengan penuh semangat. "Saya ingin sampaikan bahwa politik kita adalah politik kerja. Politik kerja. Bukan politik rencana, bukan politik wacana.Tapi politik kerja," tegas Jokowi dalam sidang yang berlangsung di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (7/4/2016). Presiden ingin menteri fokus pada apa yang sudah direncanakan agar terwujud, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali mengingatkan para menteri mengenai tigas hal. Yakni masalah yang berkaitan dengan deregulasi, masalah yang berkaitan dengan infrastruktur, dan yang berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM). "Nanti rakyat yang akan menilai, kita ini sudah bekerja atau belum. Kita ini mampu bekerja atau tidak. Saya kira itu sebagai pembuka yang bisa saya sampaikan," kata Presiden. Jokowi juga tekankan pentingnya sinergi antara kementerian/ Lembaga. Penajaman program prioritas yang berdampak signifikan, pengintegrasian, konsolidasi sumber pendanaan yang ada di kementerian betul-betul akan menjadikan program itu menjadi kelihatan dan dirasakan masyarakat. "Tidak perlu banyak program. Konsentrasi pada program yang jelas, bermanfaat, dirasakan oleh rakyat. Dan menciptakan multiplier effect kepada dunia usaha dan masyarakat," pungkasnya. (Has)





























