Peringati Hari Nelayan, Puluhan Mahasiswa Berjas Kuning Demo

Semarang, Obsessionnews – Peringati hari Nelayan Nasional, puluhan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang bersama sejumlah nelayan yang mengatas-namakan Aliansi Perlindungan Laut dan Pesisir Jawa Tengah, menggelar demonstrasi di depan gedung berlian, Rabu (6/4/2016). Mereka berorasi sembari membawa sebuah rakit dari pohon pisang, simbol penderitaan nelayan. Puluhan mahasiswa tersebut datang sekitar pukul 10.00 WIB pagi. Mereka melakukan long march dari Pleburan menuju gedung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, para mahasiswa sempat berorasi di depan tugu air di Jalan Pahlawan. Salah seorang peserta demo, Firdaus Nuzula Rizki menjelaskan, berdasarkan data Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Semarang, sepanjang tahun 2015, banyak ditemui sejumlah kasus perusakan kawasan pesisir dan laut di Jateng. Salah satunya di wilayah Kabupaten Jepara yang mana telah didirikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). “Selain itu, ada pertambangan pasir besi yang mengancam nelayan Jepara. Rencana reklamasi yang akan dilakukan di Desa Tapak Kecamatan Tugu,” ujarnya kepada obsessionnews.com. Selain itu, pihaknya juga menyerukan agar pengaturan terkait prosedur Ijin Pemanfaatan Perairan Pesisir (IP3) dan zonasi wilayah pesisir bagi masyarakat nelayan segera diperjelas. “Termasuk mempercepat pelaksanaan Undang-undang tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan,” tandasnya. Aksi berlangsung kondusif selama kurang lebih 3 jam. Demonstran sempat membuat aksi teatrikal berupa tidur di depan gerbang dan audiensi ke pihak Pemprov Jateng. (Yusuf IH)





























