Pangdam V Redam Perselisihan Dua Aliran di Jatim

Jember, Obsessionnews - Maraknya pergesekan antar aliran dibeberapa tempat nampaknya sedikit mengusik aparat untuk turun dan menenangkan mereka, sehingga tidak sampai menimbulkan hal-hal anarkis yang berdampak melebar kemana-mana. Terkait dengan isu Wahabi serta perselisihan yang muncul antara Ahlussunnah wal Jamaaah (Aswaja) yang mulai merebak dibeberapa tempat di Jawa Timur terutama beberapa waktu yang lalu di Bangil Pasuruan, dan saat ini, Rabu (6/4) di Bondowoso. Pangdam V/Brw Mayjen TNI Sumardi saat dikonfirmasi Rabu (6/4/2016), menyikapi hal tersebut saat berkunjung di Yon Armed 8/105 menyampaikan bahwa perbedaan antar umat beragama apa lagi perbedaan aliran dalam suatu agama hendaknya disikapi dengan bijaksana, kita harus bertoleransi karena karena alirn-aliran tersebut tidak dilarang oleh pemerintah. TNI harus memimpin dan menjaga toleransi antar umat beragama maupun antar aliran seagama, kita menghimabau mari kita jadikan perbedaan-perbedaan tersebut sebagai satu kekuatan bangsa. Hal tersebut senada dengan pernyataan Wakil Sekretaris Komisi Litbang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr Fahmi Salim kepada beberapa media di Masjid An-Nuur pada Rabu 04/06/2016, yang mengimbau kepada umat Islam, baik itu Salafy, Muhammadiyah, Aswaja dan lain sebagainya agar bersatu serta meninggalkan perselisihan dalam masalah furu’iyyah. “Yang penting kita satu koridor, Ahlussunnah wal Jama’ah”. (Red)





























