Insiden Tabrakan Pesawat Batik Air Dijadikan Pelajaran

Jakarta, Obsessionnews – Pesawat Batik Air mengalami kebakaran karena menyenggol pesawat Transnusa ATR 42-600 PK TNJ di Halim Perdanakusuma, Senin (4/4/2016). General Affairs Director Lion Air Edward Sirait mengatakan akan menjadikan pelajaran atas insiden tersebut. “Kedepan tidak ada terjadi lagi. Apapun yang terjadi. Ini akan dijadikan catatan dan alat review,” kata Edward yang didampingi oleh Head of corporate lawyer Harris Arthur Hedar dalam konferensi pers, Selasa (5/4/2016) di Tower Lion Arir, Jakarta Pusat. Edward melanjutkan, bahwa pilot telah melakukan sesuai dengan prosedur, begitu juga dengan penaganan penumpang sudah sesuai dengan prosedur. Saat ini pesawat Batik Air PK-LBS mengalami kerusakan pada ujung sayap sebelah kiri dan saat ini terpakir di apron bandara Halaim Perdanakusuma sambil menunggu hasil pemeriksaaan dan pelaksanaan perbaikan. “Kita nggak mau menduga, tapi akan dianalisa. Intinya kita tunggu hasil dari pihak yang berwenang,” ujar Edward. “Yang mau kami sampaikan adalah, bahwa pilot kami telah lakukan sesuai dengan prosedur. Penanganan penumpang juga sudah sesuai dengan prosedur,” tambahnya. Namun, pengecekan untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya atas insiden pesawat Batik Air membutuhkan beberapa hari. “Saat ini kita sedang dicek oleh teknisi seperti apa, tapi pemeriksaan terhadap itu perlu waktu. Mungkin memakan waktu 2 atau 3 hari,” tambahnya. Diketahui, Pesawat Batik Air registrasi PK-LBS jenis Boing 737-800 NG dengan nomor penerbangan ID 7703 dengan rute penerbangan Halim Perdanakusuma menuju Bandara Hasanuddin Makasar, yang membawa 49 penumpang sewaktu mau tinggal landas (take off) bersenggolan dengan pesawat Transnusa ATR 42-600 PK TNJ yang sedang ditarik traktor untuk dipindahkan. (Popi Rahim)





























