Gabus Pucung, Kuliner Lezat Banyak Manfaat

Obsessionnews – Salah satu menu makanan Betawi yang menarik perhatian adalah Gabus Pucung. Bahkan, Gabus Pucung termasuk salah satu dari 96 warisan budaya tak benda Indonesia dan satu dari delapan warisan yang berasal dari DKI Jakarta. Lainnya adalah upacara atau ritual Babarit, Nasi Uduk, Sayur Besan, Kerak Telor, Gabus Pucung, Roti Buaya, Bir Pletok, dan seni tradisi Blenggo. Melihat tampilannya, Gabus Pucung merupakan menu makanan yang berbahan dasar ikan Gabus yang diberi bumbu Kluwek, mirip seperti ‘Rawon’. Penyebutan ‘Rawon’ mengacu kepada kuah hitam dalam penyajiannya yang berbahan dasar buah Kluwek (pangium edule). Nah, dalam bahasa Betawi juga Sunda, Kluwek disebut sebagai Pucung. ‘Rawon’, seperti kita tahu, adalah kuliner khas Jawa Timur, yang berkuah hitam agak kental lantaran berbahan dasar buah Kluwek. Tapi, antara Rawon, dan Gabus Pucung jelas berbeda. Salah satunya, menyangkut tingkat kekentalan kuah hitamnya, juga cara penyajian. Gabus Pucung misalnya, tidak menyertakan sejumput toge pendek. Begitu pun pada ‘Rawon’, biasanya menggunakan potongan daging sapi. Anda yang ingin ‘berburu’ Gabus Pucung dapat menjumpainya di pusat-pusat perkampungan Betawi, seperti di Pondok Cabe, Pamulang, Ciputat, Sawangan, hingga Parung. Sangat cocok untuk mengisi perut di siang hari. Namun siapa sangka, rupanya ikan Gabus ternyata memiliki khasiat sebagai obat untuk kesehatan manusia. Peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, membuktikan, ekstrak Ikan Gabus dapat menjadi obat penyakit diabetes. Ekstrak ikan Gabus diketahui dapat menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki jaringan pankreas yang rusak. "Kerusakan jaringan pankreas sendiri, dapat menyebabkan terjadinya hiperglikemik atau kadar gula berlebih dalam darah," kata salah satu peneliti, Dr Dewi Hidayati SSi MSi, Sabtu (2/4/2016). Bahkan ekstrak ikan Gabus ternyata tidak hanya memulihkan jaringan pankreas, tapi juga berhasil meregenerasi jaringan testis hewan uji. Rencananya, riset tentang manfaat ikan Gabus ini juga akan dikembangkannya dalam hal molekular. “Pendekatan molekular ini dapat menjadi ilmu baru dalam bidang pengobatan di Indonesia. Harapannya, ekstrak ikan gabus juga dapat menjadi obat diabetes alternatif yang efektif, murah, dan mudah didapat oleh masyarakat,”ujarnya. Berdasarkan penelitiannya yang berjudul "Blueprint for Change", penderita diabetes di Indonesia tercatat mencapai 7,6 juta orang. Sebanyak 41 persen di antaranya tidak mengetahui kondisi kesehatannya, dan 39 persen tidak mendapatkan pengobatan. Sisanya, hanya 0,7 persen penderita diabetes yang mendapatkan pengobatan dengan tepat. Padahal, diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit penyebab kematian tertinggi ke-6 di Indonesia. Sayangnya, kebanyakan penderitanya tidak sadar mengidap penyakit ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala-gejala yang timbul. Selain itu, biaya pengobatan yang harus dikeluarkan juga terbilang mahal. Nah, banyak sekali manfaat ikan gabus itu, bukan? (Fath@imam_fath)





























