1142 Kapal Asing Jika Tak Segera Bereskan Ijin, Ditenggelamkan!

1142 Kapal Asing Jika Tak Segera Bereskan Ijin, Ditenggelamkan!
Bandung, Obsessionnews - Masih ada 1142 kapal asing di Indonesia harus menyelesaikan perijinan sampai akhir tahun ini. Demikian Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Nizami Zachman mendampingi Dirjen Perikanan Bustami Mahyudin, saat bersilaturami di sekretariat Gerakan Hejo dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Barat, Selasa (5/4/2016). Menurut Bustami, masih banyak kapal asing yang melakukan penanfkapan ikan secara ilegal dan dikirim ke Vietnam, Singapura, Thailand dan China, sehingga pemerintah perlu melakukan tindakan tegas. Tindakan Menteri Kelautan menurut Bustami sudah sangat tepat, sehingga hasil ikan di Indonesia harus dinikmati nelayan lokal. "Pemerintah saat ini mwnyiapkan 3400 kapal yang akan disebar bagi nelayan lokal, sehingga dapat mengjasilkan ikan yang cukup banyak, karena selama ini ikan di lautan Indonesia dicuri olwh kapal-kapal asing, " katanya. ancam kapal atk berijin2 Sementara itu Silaturahmi Masyarakat Perikanan se-Jawa Barat dihadiri sejumlah tokoh. Menurut Ketua Umum Gerakan Hejo Eka Santosa perhelatan besar kembali digelar di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun Kabupaten Bandung. “Ini masanya masyarakat perikanan dan nelayan se Jabar bersilaturahim. Tema-nya, kembalikan kejayaan laut dan perikanan Indonesia untuk kesejahteraan rakyat," katanya. Hal yang sama juga dikatakan Ozenk, ketua panitia, perhelatan tersebut dihadiri tokoh masyarakat perikanan dan nelayan se-Jawa Barat serta nasional. Nara sumber yang hadir di antaranya Narmoko Prasmiadji, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Ir. Slamet Soebijakto, Dirjen Perikanan Budidaya KKP;Dr. Ir. Tri Heru Prihadi, M.Sc., Puslitbang Perikanan Budidaya KKP;Nandang A. Permana, Ketua DPD HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Jawa Barat dan Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo. Narmoko Prasmiadji menurut Ozenk mengupas penanganan illegal fishing dan dampaknya bagi kesejahteraan nelayan. ancam kapal atk berijin4 Sementara Tri Heru Pribadi membahas tentang pengembangan budidaya untuk memenuhi kebutuhan nasional dan pasar global. Sedangkan Nandang Permana dan Eka Santosa, masing-masing akan mengupas, upaya menjaga dan mengembalikan potensi ikan lokal, serta pelestarian lingkungan sebagai syarat mutlak untuk menjaga kesinambungan kesejahteraan. “Saya percaya kepada Susi, upayanya ini semata untuk mempertahankan kedaulatan negara. Khususnya, kedaulatan kemartitiman dalam jangka panjang," kata Eka. Para nelayan juga mendukung upaya Kementerian Kelautan untuk terus menumpas mafia ilegal fishing yang menyengsarakan para nelayan tanah air. (Dudy Supriyadi) ancam kapal atk berijin3