Pagi-pagi, 73 Pegawai Imigrasi Dites Narkoba

Semarang, Obsessionnews - Menanggapi instruksi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pusat terkait pemberantasan narkoba, Kantor Imigrasi Klas I A Semarang menggelar tes narkoba bagi para pegawainya. Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) imigrasi tersebut dites satu persatu terkait indikasi adanya pengguna narkoba. Kepala Kantor Imigrasi Klas IA, Himron mengatakan, tes ini sebagai bentuk pembuktian terhadap pelaksanaan instruksi pusat. "Tujuannya kita ingin mendeteksi apakah kami terlibat narkoba atau tidak. Hal ini komitmen dari Kemenkumham untuk memerangi narkoba. Jadi sekarang kita akan membuktikan apakah kami sudah siap untuk memerangi narkoba," ujar dia kepada obsessionnews.com, Senin (4/4/2016) Bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, razia ini menggunakan jasa dari klinik prodia guna menentukan pengguna narkoba sekaligus cek kesehatan bagi para pegawai. "Tes ini dilakukan prodeo. Namun kami mengundang BNN untuk menyaksikan apakah pelaksanaan kegiatan ini ada terindikasi narkoba atau tidak," terangnya. Sementara, Kasi Infokim Imigrasi Klas I Semarang, Muhammad Asrofah menambahkan, sebanyak 73 pegawai imigrasi dicek darahnya untuk mengetahui perihal yang bersangkutan positif narkoba atau tidak. Terkait hasil tes, pihaknya menjelaskan baru diketahui pada esok hari. "Untuk hasil tes dari prodia, baru bisa diketahui sore ini atau paling lambat besok pagi," paparnya. Mengenai sanksi, Asrofah menegaskan Kantor Imigrasi Klas IA Semarang tidak segan-segan menjatuhkan sanksi pemecatan bila salah seorang peserta tes terbukti menggunakan barang haram tersebut. "Sanksinya jelas kalau terlibat akan dipecat tapi tetap dilihat dari beratnya tindak pidana yang dilakukan si pegawai," pungkas Terpisah, Kasi Pencegahan BNNP Jateng, Joko Kuwato menjelaskan, selaku lembaga yang berfokus pada pemberantasan narkoba, menerima seluruh lembaga-lembaga lain bila ingin diadakan tes narkoba. Meski tidak mengetes secara langsung para pegawai, BNNP berposisi sebagai supervisi dan mengawasi seluruh jalannya prosesi tes. Dia menyatakan, selama ini tes narkoba juga menyasar ke instansi kepolisian hingga prajurit angkatan darat. "Pokoknya, kita terus memberantas narkoba. Di Jateng, kita sempat menemukan beberapa pengguna narkoba dari instansi pemerintahan," jelasnya. Bahkan, baru di awal tahun 2016, BNNP telah ribuan kali melakukan inspeksi mendadak ke dinas-dinas pemerintahan untuk melacak pengguna narkoba. "Tes narkoba di imigrasi akan diumumkan secepatnya. Untuk sementara ini, hasil tesnya masih negatif," tandasnya. (Yusuf IH)





























