Eksperimen Gagal Barca di El Clasico

Eksperimen Gagal Barca di El Clasico
Barcelona, Obsessionnews - Lionel Messi lebih efektif jika dimainkan di sayap kanan. Saat el Clasico melawan Real Madrid, Sabtu (2/4/2016) waktu setempat atau Minggu dini hari WIB , Messi sering bermain di gelamdang tengah. Selama tiga kali el clasico, pelatih Barcelona, Luis Enrique selalu mencoba hal yang berbeda. Pada musim 2014-2015, Enrique mencoba memainkan Luis Suarez yang baru saja bebas dari skors yang didapatnya di Piala Dunia Brasil 2014. Jordi Alba dan Ivan Rakitic dicadangkan. Saat laga di Santiago Barnebeu musim itu, Enrique memasang Jeremy Mathieu sebagai bek tengah. Javier Mascherano menjadi gelandang bertahan. Eksperimen Enrique membawa hal yang berbeda. Ketika ia membawa Barcelona ke Santiago Barnebeu November lalu, eksperimennya cukup berisiko, tapi terbukti berhasil. Ketika itu Messi dicadangkan, karena baru sembuh dari cedera lutut, dan Sergio Roberto main di sayap kanan. Hasilnya memang manjur, Madrid yang ketika itu dilatih Rafael Benitez dipermalukan 4-0. Messi masuk dibabak kedua dan ia makin mengancam pertahanan Madrid meskipun tak membuat gol. Sabtu kemarin, bukan masalah siapa yang diturunkan, tapi posisi masing- masing pemain. Barca menguasai lapangan, Messi main di tengah. Ide ini bagus, tapi penerapannya masih perlu banyak pembenahan. Sudah jadi rahasia umum, Madrid kerap bermain pergerakan tanpa bola di tengah, demi membuka ruang untuk trisula mereka, Bale, Benzema dan Cristiano Ronaldo. Ini terlihat dalam laga akhir pekan kemarin. Enrique mengubah formasi 4-3-3 menjadi 4-4-2 dengan Luis Suarez dan Neymar di depan, Messi ditarik ke tengah. Hasilnya tidak sesuai harapan, trisula Barca mandul. Suarez punya satu peluang bersih yang gagal dimanfaatkan, Messi dibatasi perannya. Satu peluang dia dihentikan kiper Madrid, Keylor Navas. Mungkin juga efek dari laga internasional dua kali bersama Argentina, menempuh jarak cukup jauh. Messi menguasai bola lumayan sering, tapi jarang mengancam Keylor Navas. Peran Messi lebih seperti Xavi Hernandes, dibanding striker. Jauh lebih efektif melihat Messi waktu klubnya melawan Bayern Munich di semifinal Liga Champion tahun lalu. Ia membuat dua gol dan memberi umpan. Messi lebih efektif di sayap kanan, di mana ia mendapat ruang lebih dan membahayakan pertahanan lawan. Dua tahun sudah Messi tak mencetak gol dalam el clasico. Seharusnya Sabtu kemarin menjadi lebih baik bagi Barca, tapi permainan kadang berubah dalam sebuah laga besar. (marca) @BaronPskd