Dandim: "Jika Ada Gabah yang Ditolak Bulog, Laporkan Saya!"

Jember, Obsessionnews - Pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada medio April 2016 ini sudah memasuki panen raya. menurut data Dinas Pertanian hampir 80 % lahan sawah di Jember awal April ini melaksanakan panen raya. Direktur Prasarana Kementerian Pertanian RI, Suprapti, Senin (4/4/2016), tiba di Makodim 0824 Jember bersama Kepala Bulog Divre Jember Khosim, Staf Dinas Pertanian dan instansi terkait lainnya untuk bersama-sama Komandan Kodim 0824 Jember mengadakan sidak di beberapa lahan memonitor penyerapan gabah (sergab) oleh Bulog. Lahan pertama yang dikunjungi di kelompok tani Karya Tani Desa Sabrang, Ambulu, Jember, yang disambut Danramil 0824/24 Ambulu Kapten Inf Hari Sampurno dan Kepala UPTD. Sekaligus bersama kelompok tani melaksanakan hitung ubinan terhadap hasil panennya dan ketemu per hektar sekitar 9,3 ton untuk panenan kali ini. Menurut anggota kelompok Tani Karya Tani, hasil panen ini hasil telah mengalami peningkatan karena sebelumnya kurang dari 9 ton per hektarnya, sekaligus pada saat tersebut diadakan pengecekkan kadar air gabah kering panen (GKP) kada airnya 23 % dan langsung dibeli Bulog Divre Jember seharga Rp. 3.700/kg gabah.
Suprapti didampingi Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas bersama Kepala Bulog Divre Jember di hadapan kelompok tani menyepakati untuk menerima sebanyak-banyaknya hasil panen petani dan dijamin tidak ditolak. Untuk itu Muhammad Nas berpesan kepada petani apabila ada gabah yang ditolak oleh Bulog. “Tolong segera laporkan saya, nanti saya akan cek langsung kepada Kepala Bulog, kami siap sepenuhnya dukung sergab ini,” tegas Dandim 0824. Usai melaksanakan penyerapan di Desa Sabrang, rombongan langsung menuju ke tempat Kelompok Tani Tirtoasri-2 Desa Tamansari, Wuluhan, yang disambut Danramil 0824/23 Wuluhan Kapten Inf Zumron dan Kepala UPTD. Ubinan di lahan tersebut hasil panen per hektarnya ketemu 10 ton, namun menggunakan varitas bibit Chandra. Di tempat tersebut juga diserap oleh bulog dengan harga Rp3.700 per kg GKP, dari beberapa tempat yang dikunjungi tersebut ada beberapa hal yang menjadi kendala petani diantaranya mesin panen dan perontok yang kurang sehingga rata-rata mengalami losses atau kehilangan sebagian hasil panen.
Kepala Bulog Divre Jember Khosim menyampaikan bahwa pada intinya kami siap bekerjasama dengan Dandim 0824 untuk penyerapan gabah secara maksimal, namun tentunya saya juga berharap agar petani berupaya memenuhi ketentuan maksimal sehingga gabahnya memiliki pasaran yang lebih tinggi, misalnya dengan panenan ini kemudian dikeringkan hingga menjadi gabah kering giling (GKG) dengan kadar air 14 % maka harganya akan menjadi Rp4.650/Kg. Usai sidak di beberapa lokasi, Suprapti menyampaikan bahwa hasil survei di Jember ini kami sangat puas karena Bulog telah menyerap sebagian besar gabah petani, yang diantisipasinya adalah tengkulak-tengkulak dari Jember sendiri Lumajang dan Kabupaten di sekitarnya. “Kedatangan saya ke Jember ini dalam rangka memaksimalkan penyerapan gabah oleh Bulog, guna mewujudkan stok beras nasional sebesar 4000 ton, dan dari jumlah tersebut diharapkan dari Jawa Timur sebesar 1500 ton, hingga April ini masih sekitar 103 ton sehingga ini pekerjaan besar bagi kita semua, untuk itu perlu dukungan Dandim, Danramil bersama unsur terkait lainnya,” pinta Direktur Prasarana Kementerian Pertanian RI. “Terkait dengan kendala losses gabah petani memang diperlukan cobain dan mesin perontok kami dari Pemerintah pusat berupaya untuk membantu petani namun demikian kalau semua dibebankan ke APBN tentunya kami punya keterbatasan, untuk itu hendaknya ada shareing budget dengan APBD untuk membantu petani,” paparnya. (Red)
Suprapti didampingi Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas bersama Kepala Bulog Divre Jember di hadapan kelompok tani menyepakati untuk menerima sebanyak-banyaknya hasil panen petani dan dijamin tidak ditolak. Untuk itu Muhammad Nas berpesan kepada petani apabila ada gabah yang ditolak oleh Bulog. “Tolong segera laporkan saya, nanti saya akan cek langsung kepada Kepala Bulog, kami siap sepenuhnya dukung sergab ini,” tegas Dandim 0824. Usai melaksanakan penyerapan di Desa Sabrang, rombongan langsung menuju ke tempat Kelompok Tani Tirtoasri-2 Desa Tamansari, Wuluhan, yang disambut Danramil 0824/23 Wuluhan Kapten Inf Zumron dan Kepala UPTD. Ubinan di lahan tersebut hasil panen per hektarnya ketemu 10 ton, namun menggunakan varitas bibit Chandra. Di tempat tersebut juga diserap oleh bulog dengan harga Rp3.700 per kg GKP, dari beberapa tempat yang dikunjungi tersebut ada beberapa hal yang menjadi kendala petani diantaranya mesin panen dan perontok yang kurang sehingga rata-rata mengalami losses atau kehilangan sebagian hasil panen.
Kepala Bulog Divre Jember Khosim menyampaikan bahwa pada intinya kami siap bekerjasama dengan Dandim 0824 untuk penyerapan gabah secara maksimal, namun tentunya saya juga berharap agar petani berupaya memenuhi ketentuan maksimal sehingga gabahnya memiliki pasaran yang lebih tinggi, misalnya dengan panenan ini kemudian dikeringkan hingga menjadi gabah kering giling (GKG) dengan kadar air 14 % maka harganya akan menjadi Rp4.650/Kg. Usai sidak di beberapa lokasi, Suprapti menyampaikan bahwa hasil survei di Jember ini kami sangat puas karena Bulog telah menyerap sebagian besar gabah petani, yang diantisipasinya adalah tengkulak-tengkulak dari Jember sendiri Lumajang dan Kabupaten di sekitarnya. “Kedatangan saya ke Jember ini dalam rangka memaksimalkan penyerapan gabah oleh Bulog, guna mewujudkan stok beras nasional sebesar 4000 ton, dan dari jumlah tersebut diharapkan dari Jawa Timur sebesar 1500 ton, hingga April ini masih sekitar 103 ton sehingga ini pekerjaan besar bagi kita semua, untuk itu perlu dukungan Dandim, Danramil bersama unsur terkait lainnya,” pinta Direktur Prasarana Kementerian Pertanian RI. “Terkait dengan kendala losses gabah petani memang diperlukan cobain dan mesin perontok kami dari Pemerintah pusat berupaya untuk membantu petani namun demikian kalau semua dibebankan ke APBN tentunya kami punya keterbatasan, untuk itu hendaknya ada shareing budget dengan APBD untuk membantu petani,” paparnya. (Red)




























