Ada Dua Kemungkinan Fahri Dipecat dari PKS

Jakarta, Obsessionnews - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Sastrio menilai, ada beberapa kemungkinan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dipecat dari keanggotaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pertama, mengenai pergantian pengurus baru PKS yang menandakan adanya kebijakan baru. Sebagian dari mereka, menurut Hendri, ada yang menginginkan jabatan di DPR RI sebagai pimpinan menggantikan Fahri. Kedua, adalah mengenai isu reshuffle kabinet Joko Widodo - Jusuf Kalla. Fahri selama ini dianggap kader PKS yang paling doyan mengkritik pemerintah. Kritikan tajam Fahri dianggap membahayakan bagi PKS. "Kedua kemungkinan itu bisa terjadi, karena Fahri mewakili kader PKS yang kritis terhadap pemerintah," katanya saat dihubungi. Hanya saja, Satrio menyayangkan, mengapa konflik di internal PKS terlalu fulgar dan terkesan dipertontonkan. Menurutnya, konflik seperti ini justru tidak baik untuk perkembangan partai, dan akan menjadi bahan tertawaan. "Ini akan jadi bahan tertawaan publik saja, sebuah partai yang katanya sejahtera, adem sesuai dengan syariah, terus ribut sendiri dengan kekuasaan," tuturnya. Namun, ada segi positifnya. Sebab, pemberitaan tentang PKS akan tambah kenceng di media. Terlebih para haters Fahri banyak yang mendukung pengurus DPP PKS yang berani mengambil keputusan yang tepat. Di sisi lain, Hendri menilai, konflik PKS juga bisa merugikan. Sebab, saat ini semua partai tengah mempersiapkan, pelaksanaan Pilkada 2017. PKS sendiri belum menentukan sikapnya untuk mengajukan calon Gubernur DKI Jakarta. "Pilkada DKI, misalnya, belum ditentukan calonya siapa. Jadi kegaduhan ini tambah kerjaan saja," jelasnya. Sebelumnya, Fahri Hamzah dikabarkan dipecat dari keanggotaan PKS melalui surat keputusan dari Majelis Tahkim atau Mahkamah Partai. (Albar)





























