500 Benih Ikan Ditebar di Banjirkanal

Semarang, Obsessionnews - Dengan langkah cepat, Leonard Khosim berjalan keluar dari Gereja Paroki Santa Theresia Bongsari, Semarang Minggu (3/4/2016). Di belakang, sang istri tergopoh-gopoh mengikutinya. Leonard, panggilan pria paruh baya ini, melangkahkan kaki menuju pinggir Sungai Banjir Kanal Barat sejauh 1 kilometer dari gerejanya. Hampir-hampir peluh keringat membasahi tubuhnya. Sesampainya di sungai, dia lantas mengambial seekor ikan berwarna hitam di dalam ember, seraya melemparkan ke tengah sungai. Jelas terlihat, kelegaan di wajah Leonard setelah menebar ikan-ikan itu. Tentu saja, ia nyaris terlambat ketika berangkat dari rumahnya di Bukit Permata Puri Ngaliyan. "Berangkat pukul 06:00 WIB pagi boncengan naik motor sama istri. Saya khawatir telat ikut acara tebar benih ikan, jadi saya ngebut. Malahan, saya enggak sempat ikut ibadah misa di gereja karena keburu ikut acara tebar benih ikan di Banjir Kanal Barat," kata Leonard. Ia bersama keenam rekan sejawat merupakan satu dari beberapa jemaat Gereja Paroki Santa Theresia yang turut serta mengikuti acara tebar ikan yang diinisiasi oleh tujuh gereja peduli sungai. Leonard ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dengan melestarikan habitat air sungai. Ikan nila yang barusan dilepaskannya memiliki nilai penting bagi kelestarian alam semesta. "Ikan jadi penopang kehidupan ekosistem sungai sekaligus memberi manfaat bagi manusia yang memeliharanya," ungkap pria 57 tahun tersebut. Aksi tebar benih ikan di Sungai Banjir Kanal dimulai pukul 08:00 hingga pukul 10:00 WIB pagi. Sebanyak 500 ribu benih ikan nila dan lele disebar serentak di empat titik lokasi penyebaran. Jumlah jemaat gereja yang terlibat mencapai 2.000 orang. Sebab, tiap paroki membawa 300 jemaat, ditambah masyarakat sekitar serta pejabat pemerintah kota Semarang. Sulastri, warga Pamularsih cukup senang dengan acara pagi tadi. Pasalnya, oa menilai aksi peduli lingkungan belum merata di tiap wilayah. "Saya berharap bisa terus-menerus melakukan pelestarian lingkungan sekaligus menggalakan kebersihan sungai ini. Apalagi Banjir Kanal belum lama ditata sehingga kita bisa ikut berpartisipasi melestarikan habitat di dalamnya," ujar Sulastri. Romo Maryono, Pastor Paroki Santa Theresia Bongsari juga berharap acara ini mampu memberi inspirasi sekaligus berubah menjadi kegiatan stimulan bagi masyarakat luas agar mencintai sungai, air dan lingkungan. Sementara ketua panitia acara Natalis Utomo menyatakan, aksi tebar benih ikan sebagai bentuk pertobatan ekologis sebagaimana imbauan Paus Fransiskus agar tiap umat manusia wajib mencintai lingkungan. "Maka yang ingin dicapai dalam aksi menebar benih ikan biar masyarakat di sekitar sungai lebih peduli terhadap kelestarian alam sekitar. Ini baru gerakan stimulan saja demi mematik perhatian orang-orang agar memperhatikan ekosistem sungai," terang Natalis. Sungai, lanjutnya, jangan lagi dipakai) digunakan untuk membuang sampah dan sarana kakus saja. Namun, akan lebih baik jika dipakai sebagai alat rekreasi dan aksi-aksi pelestarian lingkungan. "Biar warga Semarang memberikan kehidupan baru di situ," tegasnya. (Yusuf IH)





























