Warga Telaga Kahuripan Canangkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Bogor, Obsessionnews – Kehidupan masyarakat yang lebih baik, makmur, dan sejahtera menjadi harapan setiap warga negara Indonesia. Untuk mewujudkannya, berbagai upaya perbaikan kualitas hidup dilakukan setiap warga dan penyelenggara pemerintahan. Salah satu upaya itu diwujudkan warga perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Bogor, dengan mencanangkan Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, Sabtu (2/4/2016). Sekitar 200 jamaah laki-laki dan perempuan turut dalam gerakan tersebut. Menurut Dr H Hasan Basri Tanjung MA, Ketua Yayasan Dinamika Umat yang bertindak sebagai imam, gerakan Shalat Subuh berjamaah tersebut merupakan murni inisiatif warga. Tujuannya tak lain hanya untuk mendapatkan ridha Allah. [caption id="attachment_112951" align="aligncenter" width="543"]
Suasana Subuh Masjid Raya Telaga Kahuripan (MRTK) Bogor, Sabtu (2/4/2016).[/caption] “Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi warga Telaga Kahuripan. Harapannya, ridha Allah tercurah untuk warga di sini dan tentunya bangsa Indonesia,” kata Hasan dalam tausiyah usai shalat. Dikatakan Hasan, pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah adalah yang paling berat dibandingkan shalat lainnya. Pasalnya, tak banyak muslim yang mampu melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. “Hanya orang-orang yang diberi karunia oleh Allah yang bisa bangun untuk Shalat Subuh berjamaah di masjid, sementara orang-orang lain masih tertidur,” ujarnya. Gerakan Shalat Subuh Berjamaah di perumahan Telaga Kahuripan nantinya hanya akan digelar setiap Sabtu dan Minggu di Masjid Raya Telaga Kahuripan (MRTK). Pasalnya, setiap Subuh warga perumahan sudah terbiasa melakukan shalat berjamaah di sejumlah mushalla yang terdapat di tengah-tengah perumahan. Belakangan di sejumlah wilayah di Indonesia, sejak pertengahan tahun lalu, gerakan Shalat Subuh berjamaah mulai menjadi tren. Bahkan, beberapa kampus menjadi inisiator gerakan ini. Sebagai informasi, gerakan Shalat Subuh berjamaah ini sebelumnya digaungkan pemerintah Turki beberapa tahun lalu. Setelah gerakan ini digalakkan secara massal, dampak positif langsung dirasakan. Selain tingkat religiusitas masyarakat Turki yang menjadi lebih baik, kondisi ekonomi Turki meningkat luar biasa. Dikabarkan, peringkat ekonomi Turki lompat dari 111 menjadi 16, sehingga Turki masuk 20 negara kuat (G20). Pendapatan per kapitanya naik dari 3.500 dolar AS pada 2003 menjadi 11.000 dolar AS pada 2013. Di Turki, gerakan Shalat Subuh berjamaah ini menjadi salah satu dari 3 Program Nasional yang dicanangkan pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu. Lainnya adalah gerakan Infaq Shodaqoh dan gerakan Ekonomi Umat. Berkat dukungan serius pemerintah, gerakan sholat Subuh berjamaah memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat Turki. Konon, Sholat Subuh di Turki sangat ramai, bahkan menyamai Sholat Jumat di Indonesia. (Fath@imam_fath)
Suasana Subuh Masjid Raya Telaga Kahuripan (MRTK) Bogor, Sabtu (2/4/2016).[/caption] “Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi warga Telaga Kahuripan. Harapannya, ridha Allah tercurah untuk warga di sini dan tentunya bangsa Indonesia,” kata Hasan dalam tausiyah usai shalat. Dikatakan Hasan, pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah adalah yang paling berat dibandingkan shalat lainnya. Pasalnya, tak banyak muslim yang mampu melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. “Hanya orang-orang yang diberi karunia oleh Allah yang bisa bangun untuk Shalat Subuh berjamaah di masjid, sementara orang-orang lain masih tertidur,” ujarnya. Gerakan Shalat Subuh Berjamaah di perumahan Telaga Kahuripan nantinya hanya akan digelar setiap Sabtu dan Minggu di Masjid Raya Telaga Kahuripan (MRTK). Pasalnya, setiap Subuh warga perumahan sudah terbiasa melakukan shalat berjamaah di sejumlah mushalla yang terdapat di tengah-tengah perumahan. Belakangan di sejumlah wilayah di Indonesia, sejak pertengahan tahun lalu, gerakan Shalat Subuh berjamaah mulai menjadi tren. Bahkan, beberapa kampus menjadi inisiator gerakan ini. Sebagai informasi, gerakan Shalat Subuh berjamaah ini sebelumnya digaungkan pemerintah Turki beberapa tahun lalu. Setelah gerakan ini digalakkan secara massal, dampak positif langsung dirasakan. Selain tingkat religiusitas masyarakat Turki yang menjadi lebih baik, kondisi ekonomi Turki meningkat luar biasa. Dikabarkan, peringkat ekonomi Turki lompat dari 111 menjadi 16, sehingga Turki masuk 20 negara kuat (G20). Pendapatan per kapitanya naik dari 3.500 dolar AS pada 2003 menjadi 11.000 dolar AS pada 2013. Di Turki, gerakan Shalat Subuh berjamaah ini menjadi salah satu dari 3 Program Nasional yang dicanangkan pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu. Lainnya adalah gerakan Infaq Shodaqoh dan gerakan Ekonomi Umat. Berkat dukungan serius pemerintah, gerakan sholat Subuh berjamaah memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat Turki. Konon, Sholat Subuh di Turki sangat ramai, bahkan menyamai Sholat Jumat di Indonesia. (Fath@imam_fath) 




























