Per 1 April, Petikemas Wajib Periksa Karantina 2 Kali

Per 1 April, Petikemas Wajib Periksa Karantina 2 Kali
Semarang, Obsessionnews - Guna mengakomodir kebijakan dua kali gerakan ekstra terkait pemeriksaan karantina petikemas impor di Tempat Pemeriksaan Karantina (TPK), Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) kini berkewajiban melakukan handling petikemas dari CY Impor ke Tempat Pemeriksaan Karantina. GM PT Pelindo III (Persero) TPKS, Erry Akbar Panggabean mengatakan, pemeriksaan ekstra tersebut karena dikeluarkannya. " Surat dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang Nomor: 1352/KR.020/L.12.B/03/16, tanggal 17 Maret 2016, perihal Pemberitahuan Pelaksanaan Tindakan Karantina Impor, pelaksanaan pemeriksaan karantina petikemas impor di TPKS," ujar dia, Sabtu (2/4/2016). Setelah dilakukan pemeriksaan Karantina, maka petikemas ditempatkan di CY Ex-Behandle. Namun, petikemas tidak dapat ditumpuk di TPK, karena akan mengganggu kegiatan operasional di wilayah tersebut. "Mengingat ada sekitar 50 unit/hari petikemas impor yang di periksa oleh Karantina, untuk menghindari adanya penumpukan petikemas di TPK, perlu untuk dilakukan pemindahan ke CY ex-behandle setelah dilakukan pemeriksaan," papar dia. peti-kemas2 Sementara terkait upayamenekan biaya logistik secara keseluruhan, atas beban biaya dan dua gerakan ekstra dari petikemas karantina impor, per 1 April 2016 Manajemen TPKS mengambil kebijakan dengan hanya mengenakan 1 kali biaya gerakan ekstra terkait pemeriksaan karantina petikemas impor. "Untuk 1 unit petikemas 20 feet biaya yang dikenakan sebesar Rp. 653.400,-, dan 40 feet sebesar Rp. 924.000," Erry menjelaskan. Terpisah, Manager Operasi dan Komersial TPKS, Edy Sulaksono, menambahkan agar pihak Balai Karantina, PPJK, dan importir dapat memberikan informasi sebelum kapal sandar di TPKS terkait petikemas impor yang akan dilakukan pemeriksaan Karantina. "Sehingga petikemas impor tersebut pada saat bongkar dari kapal dapat langsung diarahkan ke TPK (Tempat Pemeriksaan Karantina) dimana outputnya akan menghemat gerakan ekstra dan dapat untuk menekan biaya logistik secara keseluruhan," tandasnya. (Yusuf IH, @HanggaraYusuf)