Penuhi Permintaan Perompak, Harga Diri Bangsa Dipertaruhkan

Padang, Obsessionnews - Membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf lebih baik daripada memenuhi permintaan pihak perompak. Perompak kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp14 miliar. Mantan pasukan katak TNI AL, Fauzi Bahar mengatakan, apabila permintaan kelompok Abu Sayyaf dipenuhi harga diri bangsa akan dipertaruhkan. Maka dari itu, membebaskan mereka lebih penting daripada memenuhi permintaan mereka. "Kalau kita membayar kan kelihatan kecut kita, atau kita tidak mampu berarti. Ketika WNI disandera perompak Somalia, mampu kita bebaskan. Saya yakin sekali, personil TNI khususnya personil katak sangat terlatih dalam pembebasan sandera seperti ini. Dan ini harga diri bangsa," kata Fauzi Bahar usai menjenguk orangtua Wendi Raknadian, Sabtu (2/4). Wendi Raknadian (29 th) salah seorang WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Sebagai mantan pasukan katak TNI AL, Fauzi Bahar menilai untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf tidak sesulit ketika membebaskan WNI yang disandera perompak Somalia Meski tidak sesulit pembebasan WNI yang disandera para perompok Somalia, persoalan itu tidak boleh menggap terlalu kecil.
Kepada pihak perusahaan tempat Wendi bekerja, Fauzi Bahar berharap supaya mengunjungi orangtua korban sebagai bentuk perhatian. Sangat berarti ditengah kondisi kelurga korban tengah dihadapi persoalan seperti ini. Sementara itu, orangtua Wendi Aidil dan ibunya Asnidar sangat berharap anaknya selamat dan berkumpul bersama keluarga. Aidil menceritakan, belum mendapat kabar terbaru setelah terakhir kali pihak Kementerian Luar Negeri meneloponnya. Aidil dan Asnidar baru mengetahui anaknya disandra setelah ditelepon pihak perusahaan kapal, tempat Wendi bekerja. Ayahnya mengetahui Wendi bekerja di perusahaan kapal membawa batubara dari Kalimantan ke Filipina. Tiga kali membawa batubara lolos dari aksi perompak dan yang keempat kali, anaknya disandra perompak. Aidil menceritakan, anaknya terakhir berkomunikasi pada hari Rabu tanggal 23 Maret atau tiga hari sebelum disandra perompak pada hari Sabtu. Saat menelepon, posisi anaknya antara perairan Malaysia dan Filipina. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)
Kepada pihak perusahaan tempat Wendi bekerja, Fauzi Bahar berharap supaya mengunjungi orangtua korban sebagai bentuk perhatian. Sangat berarti ditengah kondisi kelurga korban tengah dihadapi persoalan seperti ini. Sementara itu, orangtua Wendi Aidil dan ibunya Asnidar sangat berharap anaknya selamat dan berkumpul bersama keluarga. Aidil menceritakan, belum mendapat kabar terbaru setelah terakhir kali pihak Kementerian Luar Negeri meneloponnya. Aidil dan Asnidar baru mengetahui anaknya disandra setelah ditelepon pihak perusahaan kapal, tempat Wendi bekerja. Ayahnya mengetahui Wendi bekerja di perusahaan kapal membawa batubara dari Kalimantan ke Filipina. Tiga kali membawa batubara lolos dari aksi perompak dan yang keempat kali, anaknya disandra perompak. Aidil menceritakan, anaknya terakhir berkomunikasi pada hari Rabu tanggal 23 Maret atau tiga hari sebelum disandra perompak pada hari Sabtu. Saat menelepon, posisi anaknya antara perairan Malaysia dan Filipina. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73) 




























