Parkir Liar di Seluruh Kota Bandung akan Digembok

Parkir Liar di Seluruh Kota Bandung akan Digembok
Bandung, Obsessionnews - Bandung akan luar biasa dalam mewujudkan mimpi, jika kompak dari mulai level pimpinan sampai di bawah, sehingha Dinas Perhubungan merupakan prioritas saya karena merupakan pengatur aliran darah dari sebuah kota, terdepan dalam kelancaran semua urusan karena Bandung sebuah ibu kota dan kota pariwisata yang melayani tamu. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bandung, M Ridwan Kamil saat memberikan arahan dalam kegiatan outbond Pembinaan dan Pengembangan Pegawai di Lingkungan Dinas Perhubungan Kota Bandung, di Hotel Menara Laut, Pangandaran, Sabtu (2/4/2016). "Saya berniat membereskan Kota Bandung dengan menjadi Wali Kota, dalam lima tahun kepemimpinan ini saya ingin membangun pondasi yang kokoh dalam sistem pemerintahan, dengan dibantu smartcity tidak hanya mengandalkan manusia saja akan mengunci sistem, seperti onlinenya sistem perijinan," kata Ridwan. Lebih lanjut Ridwan mengarahkan inovasi pada hal-hal yang rutin dalam tugas keseharian Dinas Perhubungan seperti cara mengorganisasi tidak lagi menggunakan cara konvensional agar lebih efektif menyelesaikan masalah, "Saya minta ada komandan urusan rutin yang mengurusi tiap-tiap bidang yang kerjanya bukan menghadirkan hal baru tapi memastikan segala urusan seperti rekayasa lalu lintas, parkir liar pasang stiker gembok denda, terminal terpadu, angkot, TMB, taksi, pasar tumpah dan marka jalan harus beres, karena setengah pekerjaan Dishub adalah pekerjaan," katanya. Ridwan meminta inovasi-inovasi segera terselesaikan oleh Dishub Kota Bandung seperti pengadaan LRT, Smartcard, Cable Car, lampu lalu litas pintar, Bus Listrik untuk TMB dan bus sekolah dengan halte pintar, Bandros, program tiga angkot menjadi satu bus, sky walk dan bike culture. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan untuk solusi kemacetan lalu lintas Dinas Perhubungan selain melakukan upaya rekayasa lalu lintas akan melobi pembangunan flyover di persimpangan sepanjang Jl. Soekarno-Hatta, Jl. PHH Mustopa, persimpangan sepanjang Jl. Lingkar Selatan (BKR, Laswi, PP45), dan Flyover persimpangan Jl. Ahmad Yani. "Selain membangun persimpangan kami akan melobi Kementrian PUPR untuk pembangunan bundaran Cibiru, Cicaheum dan Cibereum, bundaran Gasibu, Taman Supratman, Taman Pramuka," ucap Didi. Ia menegaskan, dengan pengalihan pengguna kendaraan dari pribadi ke angkutan umum dengan merevitalisasi halte terminal, Bandung city bike, kampanye jemputan sekolah dan penggunaan bis sekolah. "Kami akan melakukan sosialisasi pentahapan jam masuk sekolah dan kerja, masuk sekolah pukul 07.00 WIB, Kantor pemerintah pukul 08.00 WIB, masuk kantor swasta jam 09.00 WIB dan pembukaan perniagaan pukul 10.00 WIB," paparnya. Didi juga menerangkan, ketidaktertiban berlalu lintas, perlengkapan jalan dan kelayakhunian kota, tata informasi marka, ketidaknyamanan dan ketidaktepatan waktu tempuh menjadi prioritas program Dinas perhubungan. "Dengan pembangunan disiplin berlalu lintas serta penindakan indisipliner, penataan rambu informasi larangan, peningkatan pelayanan transportasi dengan percepatan pembangunan LRT, Trans Metro Bandung, percepatan pembangunan Cable Car menjadi visi kami agar terwujudnya sistem transportasi perkotaan yang andal, nyaman dan humanis," katanya. (Dudy Supriyadi, @dudysupriyadi69)