Mahasiswa Diminta Tangkal Proxy War

Mahasiswa Diminta Tangkal Proxy War
Jember, Obsessionnews - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadyah (Unmuh) Jember Jawa Timur di kampus, Sabtu (2/4), menggelar Seminar Bela Negara bertema ‘Membangkitkan Darah Juang Sebagai Bentuk Revitalisasi Cinta Tanah Air Untuk Indonesia’. Hadir Rektor Unmuh Dr Mohammad Hasmi, Kepala Bakesbangpol Jember Widi Prasetyo, Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas, Presiden BEM Unmuh Bentar Warna Dwi Saputra, dan 175 orang mahasiswa. Dandim 0824 Letkol Muhammad Nas sebagai pembicara memaparkan bahaya proxy war harus ditangkap oleh masyarakat, dan sangat dibutuhkan peran serta aktif mahasiswa sebagai bagian dari Kader Bela Negara untum menagkal proxy war. “Kita pada saat sekarang ini sudah kemasukan adanya proxy war, ini cara baru yang masuk tanpa kita rasakan dalam merongrong keselamatan bangsa dan kedaulatan NKRI, proxy war adalah methodologi baru dalam menguasai Bangsa Indonesia dengan menyebarkan isu, memecah belah persatuan, mempengaruhi buruh dan elemen-elemen masyarakat untuk berselisih pendapat baik menyangkut kebijakan pemerintah maupun hal-hal lainnya yang mudah menyulutkan perpecahan,” tandas Muhammad Nas. “Dengan proxy war cara penguasaan suatu Negara akan relatif mudah, bahkan kita tidak dapat mengenali siapa kawan siapa lawan, mereka sering memanfaatkan pihak ketiga dan seterusnya untuk berperan langsung dalam aksinya,” tambahnya. Dandim 0824 Jember - Dandim mengingatkan pula, kita semakin kedepan nanti akan dihadapkan berbagai krisis, diantaranya krisis energi, krisis pangan, krisis air dan lain-lain yang memudahkan mereka untuk manjadikannya bahan dalam menjalankan proxy war. “Untuk itu, melalui momentum ini mari kita sadari, mari kita bangun diri kita masing-masing seperti yang disampaikan Rektor tadi semua harus kita mulai dari diri kita masing-masing, utamanya adik-adik mahasiswa ini sebagai calon-calon pemegang kendali Bangsa Indonesia dimasa yang akan dating,” ajaknya. Sementara Kepala Bakesbangpol Pemkab Jember Widi Prasetyo memaparkan tentang prepektif Membentengi Diri Terhadap Ancaman Lingkungan, yang pada intinya dalam menyambut Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) hendaknya kita lebih mewaspadai adanya pengaruh-pengaruh global yang merugikan Bangsa Indonesia. “Kekayaan Alam Bangsa Indonesia mari kita berdayakan, cintai produk lokal kelola sumberdaya pertanian, perkebunan, pertambangan, air dan udara Indonesia ini dengan baik, demi pemanfaatan secara jangka panjang!” serunya. “Waspadai berbagai kemungkinan yang terjadi di sekitar kita utamanya warga negara asing, produk-produk asing dan lain-lain, jangan sampai membahayakan keselamatan kita dan bangsa kita,” tuturnya pula. (Red)