Iran: Barat Sedang Mencari-cari Alasan Baru

Iran: Barat Sedang Mencari-cari Alasan Baru
Teheran - Ketua Parlemen Iran Ali Larijani, mengatakan kegaduhan baru yang diciptakan Barat di bidang rudal Iran tidak punya landasan hukum dan hanya sebuah propaganda. Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan para pegawai di lingkungan parlemen Iran, Sabtu (2/4/2016), seperti dikutip situs parlemen. Larijani menegaskan bahwa rudal balistik produksi Iran sama sekali tidak dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir. "Klaim dan kegaduhan baru Barat mengindikasikan bahwa mereka ingin mencari-cari alasan baru," tambahnya. "Perlu diperhatikan bahwa negara-negara yang selama ini menghambat jalan Republik Islam, mungkin mereka sekarang memilih jalan lain serta menciptakan hambatan dan sanksi baru lewat jalan lain. Oleh karena itu, gerak gerik itu harus sepenuhnya diawasi," tegasnya. Di bagian lain, Larijani menyoroti pentingnya kebijakan ekonomi muqawama dan mengatakan bahwa dalam situasi saat ini, Iran membutuhkan sebuah gerakan yang mendalam dan komprehensif untuk mewujudkan ekonomi produktif dan berorientasi ke dalam. Menurutnya, ekonomi produktif merupakan solusi atas banyak masalah termasuk pengangguran, inflasi dan banyak perkara lain khususnya masalah sosial. "Jika ekonomi Iran bergerak sejalan dengan arahan Pemimpin Revolusi Islam yaitu mewujudkan ekonomi produktif, maka secara pasti akan dirasakan dampaknya dalam banyak perkara," paparnya. Nuklir - IranKeliru tidak Mengundang Iran ke Washington Seorang pakar nuklir India percaya bahwa tidak mengundang Iran pada KTT Keamanan Nuklir di Washington adalah sebuah kesalahan besar. Dalam wawancara eksklusif dengan IRNA, Sabtu (2/4/2016), Dr. Reshmi Kazi mengatakan Iran dapat memainkan peran penting dalam pertemuan tersebut dan ia merupakan pemilik teknologi nuklir yang bertanggung jawab. "Tidak mengundang Iran di KTT Keamanan Nuklir 2016 adalah sebuah kesalahan besar," tegasnya. Menurutnya, masyarakat internasional dengan melibatkan Iran dapat memanfaatkan kapasitas negara itu untuk mengkonsolidasikan rezim keamanan nuklir yang kuat. "Partisipasi ini akan menyediakan ruang untuk kontribusi Iran dalam memerangi terorisme dan mendorong negara itu menandatangani Konvensi Perlindungan Fisik Material Nuklir serta memperluas kerjasama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)," ujar Reshmi Kazi. Berbicara tentang pentingnya pelaksanaan KTT Keamanan Nuklir, pakar di Pusat Pengendalian Nuklir dan Senjata India ini menuturkan bahwa pertemuan itu memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap ancaman terorisme nuklir. "Acara ini telah berhasil menarik perhatian dunia untuk mengamankan semua bahan nuklir dari akses teroris," tandasnya. KTT Keamanan Nuklir diselenggarakan di Washington pada hari Kamis dan Jumat, tanpa kehadiran Iran dan Rusia. (irib.ir)