Ukraina Tawarkan Beasiswa ke Indonesia

Jakarta, Obsessionnews - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendapatkan tawaran bea siswa dari Pemerintah Ukraina. Demikian antara lain, hasil kunjungan kehormatan dari Duta Besar Ukraina, Volodymyr Pakhil di Gedung D, Kemristekdikti, Senayan, Jakarta (28/3/2016), seperti siaran pers yang diterima redaksi Obsessionnews.com, Jumat (01/4/2016). Baca juga:Kemenristekdikti Danai 15.000 Judul RisetMenristekdikti Resmikan Zona Bisnis TeknologiMenristekdikti Polisikan Kampus Jual Ijazah 'Bodong'Kontra Radikalisme Bisa Ditanamkan di Kampus Mohamad Nasir, didampingi oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kelembagaan, Patdono Suwignjo;Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe;Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron;Dirjen Pembelajaraan dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad;dan Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, Nada Marsudi. Ukraina telah mengajukan draft perjanjian mengenai pemberian 2 (dua) buah beasiswa kepada mahasiswa Indonesia untuk kuliah pada tingkat sarjana dan pasca sarjana. “Program pertukaran pelajar sangat bagus untuk dijadikan sarana pengenalan kultur Ukraina, serta dapat memberikan pengalaman internasional kepada mahasiswa,” ungkap Intan Ahmad. Menristekdikti beserta para Dirjen lainnya menyambut baik tawaran kerja sama di bidang pendidikan tinggi dengan Ukraina. M. Nasir menawarkan kerja sama dengan Ukraina di bidang riset. Yakni, food and Agriculture, energy (New and Renewable), health and medicine, information and communication technology, transportation, defense and security, advance materials (nanotechnology) dan maritime development. Nada Marsudi mengatakan, akan ada dua perjanjian, yaitu perjanjian yang akan memayungi semua kemungkinan bidang kerja sama secara keseluruhan yang akan ditandatangani oleh Menristekdikti dan perjanjian yang sifatnya lebih teknis mengenai beasiswa pendidikan yang akan ditandatangani di tingkat Sekjen atau Dirjen. (rez) @reza_indrayana





























