Jokowi akan Buka Muktamar Islah PPP

Jakarta, Obsessionnews - Sejumlah pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (1/3/2016). Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy alias Romi mengungkapkan maksud kedatangan mereka untuk menyampaikan surat undangan menghadiri Muktamar Islah kepada Presiden Jokowi. "Insha Allah Presiden sudah menyatakan kesanggupannya untuk hadir dan tentu kita memberikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden," ujar Romi kepada wartawan. PPP akan menggelar Muktamar Islah pada 8 April 2016 yang akan dihadiri oleh 1.041 peserta yang berasal dari pengurus dua kubu yang berseberangan. Muktamar ini sebagai solusi untuk mengakhiri konflik internal yang melanda partai berlambang ka'bah itu. "Karena beliau (Jokowi) menyampaikan hal ini adalah sebagai bagian dari upaya penyelesaian islah menyeluruh PPP mengingat seluruh pihak yang ada di kepengurusan hasil Muktamar 7 Bandung termasuk Pak SDA semuanya sudah sepakat untuk melaksanakan Muktamar pada pekan depan," kata Romi. Presiden sejak awal selalu memberikan dorongan agar PPP segera mengakhiri konflilknya karena dukungan partai politik untuk memperkuat posisi pemerintah ini sangat dibutuhkan, termasuk PPP. Atas keinginan itu, Presiden Jokowi menyatak kesediannya hadir dalam Muktamar itu. "Pada kesempatan tadi beliau menyamaikan kalau sudah seperti ini ke depan akan selesai sehingga juga bisa berpartisipasi konsentrasinya menyelesaikan persoalan bangsa," lanjut Romi. Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi itu, Romi juga melaporkan bahwa pengurus PPP kubu Djan Faridz bersedia hadir dalam Muktamar Islah. Forum ini akan menghasilkan pengerusan baru DPP PPP masa bakti 2016-2020, yang akan bertanggung jawab atas proses-proses politik selajutnya. "Karenanya ini, kita mengajak Pak Djan Faridz secara pribadi yang memang tinggal beliau marilah bersama-sama untuk mengutuhkan kembali PPP menatap masa depan. Termasuk Pak Dimyati dan beliau memberikan pengertiannya akan hal ini dan akan kita membantu akan mendorong agar Pak Djan Faridz dan Pak Dimyati bersedia untuk bersatu," pungkas dia. (Has)





























