Jika Ada Penyimpangan atas Kasus Siyono, Polri Lakukan Pemeriksaan Khusus

Jakarta, Obsessionnews - Mabes Polri akan melakukan pemeriksaan khusus dalam kasus tewasnya Siyono, terduga teroris yang tewas setelah ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.
"Prinsipnya kalau ada hal yang diduga penyimpangan kita dari Propam turun untuk melaksanakan pemeriksaan kusus," ujar Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Dwi Priyatno di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/4/2016). Dia mengaku, sampai saat ini pemeriksaan atas kasus tersebut belum selesai. "Sampai sejauh ini kita belum selesai, pemeriksaannya masih berlangsung, namun laporan awal sudah diketahui," kata Dwi. Menurut Dwi, SOP atas penangkapan Siyono sudah diterapkan pihak kepolisian. "Karena yang kita hadapi adalah teroris," ungkapnya. Seperti diketahui, Siyono (39), warga Brengkungan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ditangkap Densus 88 pada Selasa (9/3/2016) karena diduga terlibat dalam jaringan teroris. Namun dia kemudian meninggal di perjalanan saat dibawa pengembangan kala diminta menunjukkan senjata api yang disembunyikannya. Polri mengklaim yang bersangkutan meninggal usai kelelahan dan lemas akibat melawan dan berkelahi dengan anggota Densus 88 yang mengawal selama perjalanan. (Purnomo, @kapoy76)
"Prinsipnya kalau ada hal yang diduga penyimpangan kita dari Propam turun untuk melaksanakan pemeriksaan kusus," ujar Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Dwi Priyatno di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/4/2016). Dia mengaku, sampai saat ini pemeriksaan atas kasus tersebut belum selesai. "Sampai sejauh ini kita belum selesai, pemeriksaannya masih berlangsung, namun laporan awal sudah diketahui," kata Dwi. Menurut Dwi, SOP atas penangkapan Siyono sudah diterapkan pihak kepolisian. "Karena yang kita hadapi adalah teroris," ungkapnya. Seperti diketahui, Siyono (39), warga Brengkungan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ditangkap Densus 88 pada Selasa (9/3/2016) karena diduga terlibat dalam jaringan teroris. Namun dia kemudian meninggal di perjalanan saat dibawa pengembangan kala diminta menunjukkan senjata api yang disembunyikannya. Polri mengklaim yang bersangkutan meninggal usai kelelahan dan lemas akibat melawan dan berkelahi dengan anggota Densus 88 yang mengawal selama perjalanan. (Purnomo, @kapoy76)




























