Leonardo Dicaprio Dukung Perlindungan Mega Fauna di Aceh

Leonardo Dicaprio Dukung Perlindungan Mega Fauna di Aceh
Jakarta, Obsessionnews – Aktor ganteng Hollywood Leonardo Dicaprio (41) menunjukkan kebahagian dan keprihatinnanya saat mengunjungi Taman Nasional Gunung Leuser, keanekaragaman hayati di Stasiun Penelitian Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu (27/3/2016). Leonardo DiCaprio Foundation siap mendukung membangun perlindungan bagi kawasan mega fauna ‘Ekosistem Leuser ‘ tersebut. “Hutan tropis dari Ekosistem Leuser dianggap sisa habitat terbaik dunia bagi Gajah Sumatera yang terancam punah. Di hutan ini, gajah purba memiliki jalur migrasi yang masih digunakan terakhir oleh beberapa kawanan liar gajah Sumatera,” tulis akun instagram Leornardo, pada 30 Maret 2016. Namun, lebih lanjut Leonardo yang ditemani Adrien Brody (pemeran Jack Driscoll dalam film Kingkong) dan Fisher Stevens ketika mengunjugi Aceh ini mengungkapkan, ekspansi perkebunan Kelapa Sawit telah memecah-belah hutan lebat dan memotong koridor utama migrasi para gajah, sehingga lebih sulit bagi keluarga gajah untuk menemukan sumber yang cukup makanan dan air. Leonardo DiCaprio Foundation menyatakan mendukung mitra lokal untuk membangun perlindungan mega-fauna di Kawasan Ekosistem Leuser, tempat terakhir di bumi di mana orangutan sumatera, harimau, badak dan gajah hidup berdampingan di alam liar. Leuser memiliki jumlah fauna terbanyak di kawasan Asia. Hutan ini dianggap sebagai tempat terakhir di Asia Tenggara yang memiliki ukuran dan kualitas yang cukup untuk mempertahankan populasi spesies-spesies langka, termasuk harimau sumatera, orangutan sumatera, badak sumatra, gajah sumatera, dan macan tutul. Sebelumnya, pada tahun 2014 Bank Pembangunan Jerman (Kreditanstalt fur Wiederaufbau –KfW) pernah menandatangani kerjasama dengan pemerintah mengucurkan dana hibah senilai 9 juta Euro atau lebih dari Rp 111 Miliar untuk menyelamatkan konservasi keanekaragaman hayati dan perlindungan iklim Ekosistem Leuser. Seperti yang disampaikan oleh Staf khusus Gubenur Aceh Bidang Hukum dan Kerjasama Internasional Dr Adli Abdullah, Jum’at (19/12/2014), bahwa program hibah Jerman tersebut fokus bagi upaya pelestarian sumber daya alam dan hutan, kesejahteraan rakyat, khususnya masyarakat yang berada di wilayah Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). (Popi Rahim)