ISPA Mulai Serang Pengungsi Longsor Banjarnegara

Semarang, Obsessionnews – Penyakit infeksi saluran penafasan (ISPA) mulai menyerang ratusan korban tanah longsor di Desa Clapar Maduara, Banjarnegara selama berdiam di posko-posko yang disediakan relawan SAR. Kondisi mereka yang memprihatinkan hingga kini masih ditangani oleh tim medis. "Sudah ada 273 korban longsor yang mengeluh kena penyakit ISPA, Mialgia dan pegal-pegal. Sekarang mereka sedang diperiksa ole dokter-dokter yang ada di tiap posko," kata Sarwa Pramana, Kepala BPBD Jateng melalui pesan singkat, Kamis (31/3/2016). Pihaknya mengaku, seluruh pasien terus datang mengecek kondisi badan secara rutin setiap hari. Namun, karena lingkungan yang kurang sehat membuat pengungsi rentan terserang penyakit ISPA. Saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan sebanyak 85 orang dengan total 296 jiwa meliputi 161 orang laki-laki dan 135 perempuan. "Di antaranya empat ibu hamil, delapan bayi di bawah usia satu tahun delapan balita serta 131 lansia," terang Sarwa.
Kini, 271 personil relawan gabungan disebar di seluruh area longsor guna menjangkau korban lain yang belum terungsikan. Tim relawan terdiri dari BPBD, Basarnas, Kodim 0704/BNA, Polres Banjarnegara, Kecamatan Madukara, Banser, Tagana, PMI, Bela Negara. Laporan terakhir, jumlah rumah rusak berat akibat longsor sudah mencapai 20 unit, 2 rumah rusak sedang, 4 rumah rusak ringan, dan 33 rumah terancam rusak. "Intensitas curah hujan membuat kami was-was di lokasi kejadian," pungkasnya. (Yusuf IH)
Kini, 271 personil relawan gabungan disebar di seluruh area longsor guna menjangkau korban lain yang belum terungsikan. Tim relawan terdiri dari BPBD, Basarnas, Kodim 0704/BNA, Polres Banjarnegara, Kecamatan Madukara, Banser, Tagana, PMI, Bela Negara. Laporan terakhir, jumlah rumah rusak berat akibat longsor sudah mencapai 20 unit, 2 rumah rusak sedang, 4 rumah rusak ringan, dan 33 rumah terancam rusak. "Intensitas curah hujan membuat kami was-was di lokasi kejadian," pungkasnya. (Yusuf IH) 




























