ITB Kembangkan Early Warning System Atasi Banjir

ITB Kembangkan Early Warning System Atasi Banjir
Bandung, Obsessionnews - Institut Teknologi bandung (ITB) segera mengembangkan Early Warning System (EWS) untuk mengatasi bencana banjir di Bandung Selatan. EWS akan dikembangkan bersama para mahasiswa Meteorologi ITB dan pemetaan aliran sungai dengan mahasiswa Geodesi ITB. Demikian disampaikan Muhamad Burhanudin koordinator relawan ITB untuk korban banjir Bandung Selatan, Rabu (30/3/2016). Burhanudin mengatakan Keluarga Mahasiswa ITB (KM-ITB) juga mengirimkan relawan, dana, dan logistik bagi korban banjir Bandung Selatan. "Para mahasiswa tersebut menyumbangkan tenaganya dengan cara turun langsung ke daerah bencana," katanya. Relawan KM-ITB turut berpartisipasi dalam ketersediaan pangan, logistik, dan kebutuhan medis. Sejak terjadi banjir di Bandung Selatan pada Selasa (08/03/16) lalu hingga dinyatakan status siaga bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung mendirikan posko bantuan. Burhanudin yang juga mahasiswa Teknik Lingkungan 2012 ini menjelaskan sebagai koordinator relawan KM-ITB telah melakukan observasi di daerah Bandung Selatan pada Sabtu (12/03/16) lalu. "Berdasarkan hasil observasi, sehari setelahnya KM-ITB langsung bergerak menggalang bantuan melalui pembukaan stand pengumpulan dana, logistik, dan relawan. Penggalangan dana juga dilaksanakan melalui kerjasama KM-ITB dan Rumah Amal Salman ITB," tandasnya. Burhanudin menambahkan relawan KM-ITB yang terdaftar sekitar 99 orang. Pada hari itu pula para relawan mulai turun ke tempat kejadian bencana dan ikut membantu sekitar 5.500 keluarga korban bencana banjir. Relawan KM-ITB membantu menyediakan nasi bungkus untuk para korban dan relawan yang mencapai sepuluh ribu nasi bungkus setiap harinya. Selain itu, timpal Burhanudin juga membantu trauma healing untuk anak-anak dengan cara bermain dan membuat mainan-mainan sederhana dengan bekerja sama dengan Organisasi Bebek dari jurusan Teknik Fisika ITB. Relawan KM-ITB bergerak pula melalui pengadaan posko bantuan medis di RW 5 Kecamatan Andir, bekerja sama dengan Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan organisasi Volunteer Doctor untuk mengobati korban banjir yang terkena penyakit. Selain itu KM- ITB bekerja sama dengan Korsa Salman, Ikatan Alumni ITB, dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang dikoordinir langsung oleh BPBD Kota Bandung. (Dudy Supriyadi)