Sepakbola Irak Tak Takut Teroris

Teheran, Obsessionnews - Timnas Irak bersiap menghadapi Vietnam di Teheran, Iran, Selasa (29/3/2016) malam waktu setempat. Laga Pra Piala Dunia 2018 Zona Asia ini terpaksa dipindahkan keluar dari Irak karena negaranya hancur oleh perang saudara, sekarang oleh ISIS. Sejak 2011 mereka harus bermain di luar negaranya. Dan akhir pekan lalu, puluhan orang di antaranya anak-anak tewas akibat sebuah bom bunuh diri, yang diledakkan di sebuah turnamen sepak bola anak di Iskandariya, 50 km selatan Baghdad, ibukota Irak. Bom bunuh diri ini dilakukan oleh seorang anak kecil. Pelatih fisik timnas Irak, Gonzalo Rodriguez, mengatakan teror ini melanda sepak bola, dan teroris melakukannya pada siapa saja. Mereka hanya ingin menyakiti. Tak penting korbannya wanita hamil atau anak kecil. Tragedi di Iskandariya bukan satu-satunya yang pernah terjadi di negara ini, atau dalam dunia sepak bola negeri 1.001 malam ini. "Ini memuakkan, tapi saya juga tak tahu siapa anggota Federasi Sepakbola di sini yang tak kehilangan keluarganya, atau paling tidak temannya, dalam serangan teroris," jelas Rodriguez. Tapi sepak bola tetap berjalan di sana. Liga tetap bergulir. Pemerintah ingin menunjukkan pada teroris dan dunia bahwa mereka tak takut. Hal ini juga dibuktikan dengan lapangan bola yang selalu penuh ketika diadakan suatu pertandingan, kata Rodriguez yang pernah bekerja bersama Rafael Benitez di Liverpool, beberapa tahun lalu. (marca)@BaronPskd





























