SBY Instruksikan Kader Demokrat Kontrol Pemerintah

Bogor, Obsessionnews – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan kader-kadernya mengontrol pemerintah agar sukses dan tidak melakukan penyimpangan. SBY yang juga mantan Presiden RI mengemukakan hal itu saat berpidato di acara penataran kader dan pimpinan Partai Demokrat di Novotel Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (28/3/2016). Penataran tentang negara, pemerintah, dan sistem nasional itu berlangsung tanggal 28 Maret – 2 April 2016. Acara penataran Partai Demokrat itu juga dimanfaatkan SBY untuk menyampaikan uneg-unegnya. Ia membantah cibiran di media sosial yang menilainya tidak berbuat apa-apa selama 10 tahun berkuasa. SBY mengungkapkan selama menjadi presiden dua periode telah banyak melakukan berbagai hal. "Memang hal yang dilakukan ada yang berdampak cepat, berjalan sedang atau yang berjalan kurang. Tetapi bukan berati, selama 10 tahun saya jadi presiden tidak melakukan apa-apa. Penilaian itu keliru," katanya. SBY memaparkan prestasinya saat berkuasa. Di periode pertama kepemimpinannya telah membangun infrastuktur, menyelesaikan konflik Aceh, dan memperkuat sistem ekonomi. Sedangkan di periode kedua dia meluncurkan kebijakan untuk masyarakat menengah ke bawah, seperti mengucurkan Rp400 triliun untuk dana pendidikan, memberbaiki alutsista, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. "Saya kira, berlebihan kalau saya dinilai tidak melakukan apa-apa. Mungkin di saat saya memimpin ada yang oke ada yang belum oke, ada yang kami capai ada yang belum kami capai," katanya. SBY berpendapat setiap presiden memiliki kelebihan dan kekurangan dalam menjalankan kepemimpinan. Kekurangan tersebut harus menjadi bahan evaluasi pemimpin selanjutnya. "Setiap presiden pasti ada kelebihan dan kekuranggannya selama menjabat. Namun, kekurangan yang ada seharusnya dibuat sebagai bahan evaluasi pemimpin yang menggantikan," tuturnya. SBY merupakan Presiden ke-6 RI. Ia merupakan Presiden RI pertama yang dipilih langsung oleh rakyat dalam Pilpres 2004 . Saat itu secara mengejutkan SBY menumbangkan presiden petahana Megawati Soekarnoputeri. Lima tahun kemudian, yakni dalam Pilpres 2014, pensiunan jenderal TNI ini kembali terpilih menjadi presiden. Dan lagi-lagi ia mengalahkan Megawati. Pada 20 Oktober 2014 masa jabatan SBY berakhir. Ia menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). (arh)@arif_rhakimBaca Juga:Keliru Nilai SBY Tidak Berbuat Apa-apa Selama 10 TahunRuhut: SBY Welcome dengan AhokKata Ruhut, Hubungan SBY-Jokowi Akur





























