73.894 Siswa SMA di Sumbar Ikut UN

73.894 Siswa SMA di Sumbar Ikut UN
Padang, Obsessionnews - Ujian Nasional atau UN tingkat SMA sederajat di Sumbar harus berintegritas dan jauh dari kecurangan. Untuk mengantisipasi terjadi kecurangan sekaligus menciptakan UN yang berintegritas, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah mengintruksikan bupati/walikota. Intruksi disampaikan melalui surat edaran yang di kirim untuk diteruskan ke sekolah-sekolah agar melaksanakan UN berintegritas. “Edaran minggu lalu sudah dikirim untuk diteruskan ke sekolah-sekolah agar melaksanakan UN berintegritas. Ada 5 point dalam surat itu. Pada intinya untuk siswa jangan mencontek,” kata Irwan usai membuka sosialisasi terpadu penyelenggaraan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat di Padang, Selasa (29/3). Menurutnya, selama UN berlangsung diperkirakan akan beredar bermacam kunci jawaban yang dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab, dengantujuan mendapat keuntungan. Untuk itu siswa diimbau tidak tergiur dengan penyebaran kunci jawaban yang justru menyesatkan. Para orang tua juga diminta memotivasi putra-putrinya untuk belajar menghadapi UN dengan penuh kejujuran. “Kunci itu dijual untuk mendapat keuntungan. Kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Siswa harus percaya dengan kemampuannya dan orang tua harus mendorong,” harapnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana UN Sumbar, Nasmeri, mengatakan, UN bukan lagi penentu kelulusan, sehingga jangan lagi dianggap sebagai momok. Hal yang tidak kalah penting dalam pelaksanaan UN tahun ini adalah terselenggaranya UN yang berintegritas. “Penentu kelulusan itu nilai dari sekolah masing-masing sesuai indikator yang ditetapkan. Yang harus dicapai tahun ini adalah UN berintegritas. Hasil UN harus setara dengan nilai integritasnya. Jangan sampai hasil UN rata-rata tinggi, namun ternyata hasil mencontek. Berarti integritas sekolah bisa tergolong rendah,” katanya. Nasmeri menambahkan, untuk menentukan integritas pelaksanaan UN di sekolah, akan dilakukan analisa serta penilaian dari hasil jawaban siswa oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik). Selain itu juga penilaian terhadap laporan pelaksanaan UN di masing-masing satuan. Hasil penilaian akan menentukan indeks integritas sekolah masing-masing, dan diumumkan secara terbuka. “Penilaian integritas ini menuntut semua pihak melaksanakan UN dengan jujur. Tidak hanya siswa, pengawas, hingga petugas penjaga naskah soal,” ujarnya. UN SMA sederajat di Sumatera Barat akan diikuti 73.894 orang siswa. UN digelar 2 metode, yakni UN berbasis kertas dan berbasis komputer. Untuk UN berbasis komputer dilaksanakan pada 6 SMA dan 35 SMK. Jadwal UN berbasis kertas tanggal 4 April-7 April, sedangkan yang berbasis komputer tanggal 4-12 April. (Musthafa Ritonga, @alisakinah73)