Mensos: Soal Marshanda Cermin Pentingnya Keluarga Besar

Jakarta, Obsessionnews - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai, permasalahan yang menimpa keluarga Marshanda harus dijadikan evaluasi bagi masyarakat Indonesia, soal pentingnya menjaga komunikasi dengan keluarga besar. Mengingat pola hubungan keluarga sebagian masyarakat Indonesia menganut konsep keluarga besar, bukan keluarga inti. “Sejak dulu hingga sekarang, konsep keluarga di Indonesia adalah keluarga besar, bukan hanya keluarga inti,” ujar Khofifah kepada wartawan, di Jakarta, Senin (28/3/2016). Ia melihat, ada kekurangan komunikasi yang dibangun keluarga Marshanda (26), yang seharusnya dalam suatu keluarga harus saling melayani dan menghormati. Dalam hal ini, Khofifah juga mengingatkan, bahwa Indonesia telah mempunyai konsep ketahanan nasional yang selalu diperingati setiap 29 Juni bernama ‘Hari Keluarga Nasional (Harganas)’. Namun sayangnya, peringatan itu jarang diketahui oleh masyarakat. Ayah Marshanda, Irwan Yusuf, diamankan petugas Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta karena kedapatan mengemis di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Minggu (27/3/2016) dan telah dipulangkan ke rumah keluarga Marshanda pada Senin sore. Irwan diketahui pernah tinggal mengontrak rumah di Jalan Bangka IX, RT 11/10, Mampang, Jakarta Selatan. Dimana beberapa bulan terakhir sang ayah sudah tak mampu lagi membayar uang kontrakan. Sementara, mantan kekasih Baim Wong ini merasa sangat senang dan tidak merasa malu bertemu ayahnya, karena sekian tahun ia tidak bertemu. Marshanda yang sukses berperan di sinetron ‘Putri Yang Terbuang’ juga merasa bersalah, karena sejak bercerai dengan Ben Kasyafani dirinya berganti nomor seluler dan tidak lagi berkomunikasi dengan sang ayah. “Jadi memang pada saat aku umur 7-8 tahun, mama papa pisah. Aku memang lost contact sekian tahun sama papa. Baru bisa ketemu umur 15 tahun, terus lost contact lagi. Terus baru ketemu lagi sekarang,” ujar artis bernama lengkap Andriani Marshanda. (Popi Rahim)





























