Impor Gandum Meningkat, Indonesia Potensial Jadi Sentra Produksi Terigu

Jakarta, Obsessionnews - Impor gandum Indonesia dari tahun ke tahun meningkat tajam seiring kebutuhan pakan yang tinggi. Hal ini mewujudkan Indonesia percaya diri menjadi negara yang potensial untuk sentra produksi terigu. Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Indonesia (Aptindo) Ratna Sariloppies mengatakan, saat ini total impor gandum di bulan Januari 2016 meningkat sebesar 774,6 ribu metric ton (MT) atau naik sekitar 56,2 persen dibandungkan tahun 2015 lalu. “Kenaikan ini disebabkan oleh importasi gandum untuk pakan sebesar hampir 300 ribu persen. Adapun data impor gandum untuk makanan relatif lebih stabil,” katanya ketika dihubungi Obsessionnews.com, Senin (28/3/2016). Selain itu, kebutuhan tepung terigu senantiasa naik setiap tahun dengan pencapaian sebesar 1 miliar USD dalam rentang tahun ke depan. Menurutnya, Indonesia potensial menjadi sentra produksi terigu untuk negara-negara ASEAN. “Gandum juga diimpor oleh feed industry (industri pakan ternak) dan ada peningkatan impor signifikan yang kemungkinan ada kaitannya dengan pembatasan impor jagung,” jelasnya. Selain impor, nilai eksapornya juga tercatat meningkat dengan pencapaian US$ 736,38 juta atau sekitar 9,6 triliun (kurs Rp 13.000) di tahun 2015 dengan nilai 35,4 persen dari total impor gandum. Nilai ekspor tersebut meliputi tepung terigu sebesar US$ 35,29 juta, produk berbasis terigu US$ 608,117, dan produk sampingan terigu US$ 92,97 juta. “Ekspor produk berbasis tepung terigu naik sebesar 0,4 persen dibanding tahun 2014 lalu,” ujar Ratna. Sementara saat ini negara langganan impor produk berbasis tepung asal Indonesia antara lain Korea Selatan, Vietnam, Filipina, Thailand, Jepang, Malaysia, dan Timor Leste. (Aprilia Rahapit)@aprilia_rahapit





























