IKM Luar Jawa Berkontribusi Besar Perekonomian Non-Migas

IKM Luar Jawa Berkontribusi Besar Perekonomian Non-Migas
Jakarta, Obsessionnews - Hingga saat ini pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) telah berkontribusi sebesar 34,82 persen terhadap industri pengolahan non-migas secara keseluruhan. [caption id="attachment_110981" align="alignleft" width="232"]Saleh Husin dan IKM di Aceh dari Biro Kehumasan Kemenperin Menteri Perindustrian Saleh Husdin dan para pelaku industri kecil menengah (IKM) di Banda Aceh. (Foto: Biro Kehumasan Kemenperin )[/caption] Angka tersebut tercapai dari dukungan 3,6 juta unit usaha yang merupakan 90 persen dari total unit usaha industri nasional. Hal ini dikatakan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Banda Aceh pada hari Minggu (27/3/2016). Menurutnya, IKM di luar Jawa memiliki keunggulan potensi sumber bahan baku dan kreatifitas berbasis budaya. "Untuk itu, sinergi antara pemerintah daerah dan Kemenperin sangat penting guna memacu pertumbuhan IKM, maka komunikasi dan dialog dua arah sangat berarti bagi pengembangan kedepan," ujarnya. Saleh Husin dan IKM di Aceh 2 Kemenperin juga mencatat unit usaha IKM telah mampu menyerap tenaga kerja sebesar 8,7 juta orang sehingga dapat mengurangi kemiskinan serta meningkatnya ekonomi nasional. "Pengembangan IKM sejalan dengan visi pemerintah dalam rencana pembangunan nasional jangka menengah (RPJMN) 2015-2019 yakni terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong," tegas Saleh. Pengembangan IKM harus memiliki tujuan jangka menengah guna mewujudkan IKM yang berdaya saing, berperan signifikan dalam penguatan struktur industri nasional, pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja serta menghasilkan barang atau jasa industri untuk keperluan ekspor. (Aprilia Rahapit) @aprilia_rahapit