252 Napi Dievakuasi Pasca Kerusuhan di Lapas Bengkulu

252 Napi Dievakuasi Pasca Kerusuhan di Lapas Bengkulu
Jakarta, Obsessionnews - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, masih mengevakuasi 252 narapidana pasca kerusuhan yang disertai kebakaran di Lapas Malabero, Kota Bengkulu. Petugas mengevakuasi narapidana ke lapas kelas IIA, Bentiring. "Selanjutnya kita pulihkan dulu jangan sampai trauma ini berlarut-larut, jangan sampe peristiwa berdampak secara psikologis terhadap warga binaan maupun betugas sehingga menimbulkan persoalan barun" ujar Kabag Humas Ditjen PAS, Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi saat dihubungi, Senin (28/3/2016). Akbar mengungkapkan belum ada kepastian kapan narapidana bisa dikembalikan, sambil menunggu proses rehabilitasi bangunan yang hangus terbakar hingga mencapai 80 persen. "Mungkin secepatnya, sekarang masih melalukan pembenahan, merehabilitasi bangunnan yang hampir 80 persen tidak dapat digunakan memerlukan waktu yang tidak sedikit, tapi sekarang masih di police line," katanya. Akbar menjelaskan, insiden ini terjadi disebabkan karena faktor over kapasitas lapas dan pengetatan remisi bagi narapidana kasus narkoba. Meski demikian pihaknya akan segera mengevaluasi tentang apa yang terjadi sehingga ke depan insiden serupa tidak terulang lagi. "Kondisi ini memancing secara emosional warga binaan ini," jelas Akbar. Lima narapidan tewas usai kerusuhan terjadi di lapas Bengkulu, Jumat (25/3/2016). Kelima korban diketahui bernama Agus Purwanto, Hendra Novianto, Heru Biliantoro, Medi Satria, dan Agung Nugraha. Kerusuhan yang berbuntut pembakaran lapas itu bermula dari penggeledahan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu. Narapidana melakukan perlawanan dengan menjebol pintu hunian dan membakar seluruh blok hunian A, B, C, kecuali blok wanita. (Has)