Dirjen PEN Garap Lima Sektor di Timur Tengah

Jakarta, Obsessionnews - Dalam misi dagang ke Timur Tengah sejak 27 Maret-1 April Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak menegaskan fokus pada lima sektor diantaranya, perdagangan, energi, investasi, perbankan serta ketenagakerjaan profesional. Menurutnya, Timur Tengah merupakan pasar potensial bagi produk ekspor Indonesia ditengah kelesuan ekonomi global saat ini dari kondisi perekonomian Eropa Barat dan Amerika Serikat yang belum sepenuhnya pulih. "Kuait dan Oman adalah dua negara yang memiliki potensi besar dikawasan Timur Tengah termasuk posisi strategis keduanya menjadi hubungan perdagangan bagi Indonesia dan negara sekitarnya," ujarnya, Sabtu (26/3/2016) Disamping itu, rendahnya harga minyak dunia menyebabkan kedua negara tersebut mulai mengembangkan potensi industri lain seperti meningkatkan fasilitas infrastruktur, transportasi, dan logistik diantara negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC). Rangkaian misi dagang ini akan diikuti empat belas pelaku usaha Indonesia, masing-masing terdiri dari sepuluh pelaku usaha ekspor, tiga perusahaan penempatan TKI swasta (PPTKIS), serta PT. Pupuk Indonesia selain itu juga ada produk yang akan diperkenalkan dan ditawarkan eksportir Indonesia antara lain sprei linen untuk hotel dan rumah sakit, ikan tuna, dan makarel, serta produk kertas. Ada juga aksesoris kamar mandi, dekorasi yang terbuat dari kerang, alat tulis, deterjen, sabun, pelembut, pewangi, mutiara, obat-obatan, peralatan listrik dan pupuk. Misi dagang ini merupakan lanjutan dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirate Arab pada 11-15 September 2015 lalu. Kegiatan ini juga akan diisi rangkaian agenda berupa business forum, business matching (B2B), dan pertemuan bilateral. (Aprilia Rahapit)





























