Pasca Banjir, Air Bersih Sulit Dicari

Pasca Banjir, Air Bersih Sulit Dicari
Padang, Obsessionnews - Warga korban banjir di Kampung Jambak, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mencuci pakaian dengan air seadanya. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang menjanjikan Jum'at (25/3), air sudah mengalir ke rumah-rumah pelanggan sudah sudah berjalan. Empat hari pasca banjir terjadi, warga memanfaatkan air seadanya untuk keperluan mencuci. Meski air PDAM sudah mengalir, kondisinya belum memadai. Salain belum jernih, air yang mengalir belum normal. Warga korban banjir di Kampung Jambak, mencuci pakaian di depan rumah, mereka memanfaatkan air kali yang mengalir di depan rumah, maupun kran yang ada di depan rumah mereka. Selain mencuci pakaian, warga juga mencuci kasus dan karpet yang dipenuhi lumpur akibat banjir. Sementara itu, Direktur Bidang Teknik PDAM Padang, Andri Satria mengatakan, saat banjir akibat hujan lebat terjadi pada Senin (21/3) lalu, intake (kolom penampungan air) di Tanah Taban dan Latung, Lubuk Minturun, rusak diterjang banjir dan longsor. intake pdam - Akibat kerusakan itu, distribusi air ke 35 ribu pelanggan di Kecamatan Koto Tangah terhenti. Ditargetkan pada Kamis (24/3) malam pekerjaan intake selesai dilakukan, sehingga Jum'at (25/3), air sudah bisa mengalir ke rumah-rumah pelanggan di Kecamatan Koto Tangah. Intake milik PDAM yg berada di Latung ini persis ditanam ke sungai Lubuk Minturun. Intake itu ditanam langsung ke air Lubuk Minturun itu rusak dihantam banjir. Intake itu gunanya untuk menyedot air untuk ke penampungan sebelum disalurkan ke rumah-rumah-rumah pelanggan. Demikian juga intake yang berada di Tanah Taban Lubuk Minturun. Intake disitu rusak akibat kena longsoran saat hujan lebat pada Senin malam. Intake yang berada di Tanah Taban berfungsi untuk menghisap air dari dalam tanah, sehingga pipanya ditanam. Pipa yang ditanam ke tanah itu kondisinya rusak, karena longsor saat hujan lebat terjadi Senin malam. (Musthafa Ritonga)