Tuntut Rektor Mundur, 18 Mahasiswa Polman Ditangkap Polisi

Tuntut Rektor Mundur, 18 Mahasiswa Polman Ditangkap Polisi
Polman, Obsessionnews - Puluhan mahasiswa Institut Agama Islam (IAI)  Darul Dakwan wal Irsyad (DDI) Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat,  berunjuk rasa menuntut rektornya, Anwar Sewang, mundur dari jabatannya, Rabu (23/3/2016). Mereka menganggap Anwar tidak efektif dalam menjalankan tugas selama beberapa periode, karena  merangkap jabatan di beberapa tempat. Selain menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Pare-pare, Sulawesi Selatan, Anwar juga menjadi rektor sekaligus ketua yayasan. Akibatnya kinerjanya dinilai tidak efektif dalam memimpin IAI DDI. Hal itulah yang membuat mahasiswa  menuntut Anwar dicopot dari jabatannya. Tidak adanya pembangunan fisik di kampus tersebut juga menjadi bahan pertanyaan para pengunjuk rasa. Mereka mempertanyakan pemanfaatan uang gedung yang dibayarkan oleh  mahasiswa setiap tahunnya. “Selain menuntut rektor mundur karena alasan rangkap jabatan dan tidak bisa bekerja efektif, kami juga menuntut transparansi penggunaaan sumbangan gedung yang setiap tahun dipungut dari mahasiswa. Namun, fisiknya tak ada," ujar Mukmin, koordinator aksi. Setelah menggelar aksi selama satu jam, namun tidak kunjung ditemui oleh pihak rektorat,  para demonstran pun marah dan berujung dengan aksi pelemparan batu ke gedung rektorat. Akibatnya kaca jendela gedung rektorat mengalami kerusakan. Sejumlah mahasiswa dan staf di dalam gedung berrhamburan ke luar ruangan untuk menyelamatkan diri. Akibat aksi pelemparan tersebut, seorang mahasiswa terluka karena terkena pecahan kaca jendela. Tindakan anarkis pengunjuk rasa berakhir setelah puluhan aparat dari Polman tiba di lokasi kejadian. Sebanyak 18 mahasiswa pengunjuk rasa yang dituding terlibat dalam aksi perusakan gedung. diamankan polisi untuk diperiksa di Polres Polman. "Tuntutan mahasiswa ini tidak jelas, karena mengganti rektor itu ada aturannya. Bukan dengan demo yang berujung anarkis seperti ini," ujar Wakil rektor IAI DDI Polewali Mandar Abdul Salim Harianto, Rabu (23/3). Ia  mengatakan, pihak rektorat telah berkali-kali melakukan dialog dengan mahasiswa yang kerap melakukan aksi unjuk rasa. Namun, dialog itu tidak membuahkan hasil. Sementara itu Kapolres Polman Ajun Komisaris Besar (AKB) Polisi Agoeng Adi Kurniawan minta pihak rektorat segera menyelesaikan permasalahan internal ini agar aksi serupa tidak berulang kembali. (ulfa gusti)  (Ulfa Gusti)