Insinyur Harus Pandai Berbisnis Manufaktur

Jakarta, Obsessionnews - Para insinyur Indonesia tidak hanya bekerja di suatu perusahaan, melainkan juga dapat berwirausaha di sektor manufaktur. Hal ini diupayakan untuk meningkatkan daya saing insinyur Indonesia dalam menghadapi pasar bebas baik di tingkat regional maupun global. “Kemandirian industri khususnya sektor manufaktur masih sangat relevan untuk terus meningkatkan pendapatan per kapita Indonesia. Untuk itu, profesi insinyur berperan melalui kewirausahaan,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Dharma Budhi, pada pembukaan Musyawarah Anggota Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri se-Indonesia (ISTMI) di Kemenperin, Jakarta, (24/3/2016). baca juga:Indusri Manufaktur Tumbuh Inovasi 6 PT 'Dijual' ke LNMenperin Puji Industri Banten Dharma Budhi menambahkan, berdasarkan laporan Organization For Economic Co-Operation And Development (OECD), tenaga manufaktur di negara-negara berkembang terus meningkat seiring dengan industrialisasi. “Sejak tahun 2013, lebih dari setengah miliar pekerjaan tersedia di sektor manufaktur. Namun demikian, peningkatan itu tidak hanya dari sisi jumlah tenaga kerja tetapi juga pada kualitasnya," pungkasnya. (Reza Indrayana) https://twitter.com/reza_indrayana





























