Evakuasi Warga Korban Banjir, Polisi Dapat Pujian

Evakuasi Warga Korban Banjir, Polisi Dapat Pujian
Padang, Obsessionnews - Foto evakuasi korban banjir yang dilakukan anggota Satlantas Polres Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) yang diunggah Muhardi Koto Uncu ke laman Facebooknya, mendapat pujian dari netizen. Setidaknya 39 netizen memberikan reaksi positif. Bahkan sudah di share netizen lain ke laman facebooknya. Eko Yanche Edrie salah satu netizen yang membagikan foto dimaksud, menulis dalam laman facebooknya. "Saya berharap diantara fesbuker yang melihat foto ini ada yang menyampaikan ke Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, atau Wakil Walikota, atau Sekda Kota Pariaman atau Kabag Humas Pemko Pariaman, tiga polisi ini layak Anda beri penghargaan, atau sekedar datang ke markas mereka dan mengulurkan tangan untuk menyalami menyampaikan terimakasih. Inilah benjir tanpa kata-kata, tanpa spanduk partai, tanpa liputan. Pemotretnya Muhardi Koto Uncu, terimakasih telah mengunggah sebuah foto yang menggugah humanitas kita. Tentu saja terimakasih pada mereka-mereka yang lain yang juga bekerja tanpa suara," kata Eko Yanche Edrie. [caption id="attachment_109291" align="alignleft" width="288"]Polisi evakuasi korban banjir2 Tindakan polisi membantu korban banjir menuai pujian.[/caption] Muhardi Koto Uncu dalam laman facebooknya menulis, evakuasi korban banjir di Kota Pariaman oleh Anggota Satlantas Polres Pariaman yang dikomandoi langsung oleh Bpk Kasat AKP AFRINO, SH. Smg keikhlasan ini dijadikan amal ibadah oleh Allah SWT. #BravoPolri Banjir yang terjadi di Kota Padang pada, Senin (21/3) malam, juga melanda Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam. Ribuan warga Kota Padang terkepung banjir dan tetap bertahan dalam rumah. Selain merendam rumah warga, dua orang anak-anak dilaporkan dibawa banjir di Balai Gadang dan Kubu Dalam, Kota Padang. Sementara di Kabupaten Padang Pariman dilaporkan enam rumah semi permanen di Jorong Talao Mundam, Kampuang Tangah Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, hanyut dibawa arus. Di Kabupaten Agam, selain banjir juga terjadi longsor. Longsor terdapat empat titik di lokasi yang berbeda. Sedangkan banjir yang terjadi di daerah itu merendam 70 unit rumah. (Musthafa Ritonga)