Bakamla Kuatkan Kerjasama BNNP Jateng Berantas Narkoba

Bakamla Kuatkan Kerjasama BNNP Jateng Berantas Narkoba
Semarang, Obsessionnews - Penyelundupan narkoba menjadi salah satu perhatian penting dalam The 7th Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) yang diselenggarakan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) di Hotel Gumaya, Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/3/2016). Kepala Bakamla RI, Laksmana Muda TNI Arie Soedewo menjelaskan, Bakamla sebagai lembaga baru negara, ikut mendukung gerakan pemberantasan narkoba. "Kita sepakati, narkoba musuh kita bersama. Apapun, ketika bermain dengan itu maka aka berurusan dengan aparat penegak hukum," terang dia. Meski sebagai lembaga baru, Bakamla bisa turut mendukung pemberantasan narkoba, karena memiliki kewenangan untuk menangkap pelaku penyelundupan, bahkan saat belum memasuki kepulauan Indonesia. Menurutnya, saat ini banyak pelabuhan tikus yang ada di berbagai pelosok Indonesia. Sehingga, keberadaan Bakamla bisa turut membantu koordinasi antar lembaga memberantas jalur perdagangan narkoba. "Bakamla sebagai lembaga yang masih muda pada awalnya terdiri dari berbagai instansi seperti TNI AL, Bea Cukai, Imigrasi dan lain-lain. Maka setelah dibentuk presiden menjadi lembaga independen, maka fungsi kami pun bertambah," jelasnya. Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Pol Amrin Remico mengatakan pertemuan ini sangatlah penting bagi instansi yang dipimpinnya. Sebab, saat ini tren jalur narkoba diduga juga menggunakan jalur air. "Patut diduga narkoba ini masuk lewat laut, sudah dibuktikan di Jepara. Dia (pengedar) sudah tahu lewat Bandara ketat makanya lewat laut," katanya. Sehingga, melalui momen internasional ini, pihaknya berharap ke depan bisa mendapat informasi dari Bakamla sehingga bisa menangkap tangan narkoba yang masuk ke Indonesia. "Bukan hanya Bakamla, Polisi Air, TNI Angkatan Laut, ataupun Bea Cukai. Jateng juga punya garis pantai lumayan. Kita bisa lihat dari Tegal sampai Rembang. Di hutan-hutan bakau tidak bisa terpantau seperti pelabuhan resmi. Kalau ini disinergikan kan bagus," tandasnya. (Yusuf IH)