Jokowi: Ketersediaan Air Kunci Ketahanan Pangan

Sampang, Obsessionnews - Untuk menghindari krisis pangan di masa yang akan datang, pemerintah bertekad akan membangun terus bendungan di sejumlah daerah, karena ketersediaan air dianggap sebagai kunci dari ketahanan pangan. "Bendungan ini disiapkan untuk jangka panjang untuk produksi pangan kita," kata Presiden Jokowi saat meresmikan pengoperasian Bendungan Nipah di Sampang, Madura, Sabtu (19/3/2016). Bahkan hingga 2019, pemerintah akan membangun puluhan bendungan. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur misalnya, pemerintah menargetkan membangun 7 bendungan, karena di provinsi ini, jangankan air untuk pengairan irigasi, untuk minum pun sulit. "Tahun ini 8, tahun depan 9 waduk. Karena kunci kemajuan ada di ketersediaan air," jelas Presiden. Dengan banyaknya bendungan dibangun diperkirakan produksi pangan akan melimpah. "30-40 tahun negara lain akan datang meminta pangan kelebihan kita. Mereka yang minta bukan kita yang mengimpor dari mereka," pungkas Presiden. Untuk diketahui Bendungan Nipah yang baru diresmikan operasinya dibangun di Desa Tabanah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, atau tepatnya di Pantai Utara Sampang, 60 km dari Kota Bangakalan. Bendungan ini sudah distudi sejak tahun 1973 kemudian mulai pembebasan lahan 1982. Tahun 1993 masyarakat tidak berkenan sehingga berhenti. Namun tahun tahun 2004 kembali dibangun dan selesai pada tahun 2008. Karena terkendala pembebasan lahan, proses pengisian air baru dimulai pada 10 Oktober 2015. (Has)





























