Devi Sang Desainer Wedding Syar'i

Surabaya, Obsessionnews - Wedding dengan konsep keraton Solo mungkin lazim ditemui di semua daerah. Tapi tidak bagi dara cantik asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim), bernama Ashari Devi (27). Wanita berhijab ini berani menabrak hal yang tidak biasa di dunia wedding Indonesia.
"Memang tidak banyak klien saya yang mengusung Wedding Syar'i. Hanya orang tertentu saja, dan ini menjadi tantangan bagi saya," tuturnya, Sabtu ( 19/3/2016). Wedding Syar'i sebuah hal yang unik, lanjut Devi, pasangan yang menikah memilih sendiri konsepnya. Baik itu ala timur tengah, atau negara islam lainnya. Itu berlaku mulai dari busana pengantin, pernak - pernik, dan bahkan penataan tamu yang dipisah antara wanita dan perempuan. "Dipisah (tamu) sehingga yang hadir bisa merasakan kenyamanan, tidak mengubah keskaralan sebuah pernikahan," terang dara cantik yang aktif di organisasi Nol Sampah, dan DKW Garda Bangsa Jatim ini. Diakuinya, selama menjadi event organizer (EO) Wedding Syar'i yang dijalaninya tidak banyak permintaan. Namun, ini dilakoninya dan memilih bertahan untuk menpopulerkan konsep tersebut. " Ya kita terus memberikan konsep - konsep terkini soal ceremonial Wedding Syar'i," imbuh aktivis Alumnus Universitas Airlangga Surabaya. (Rud)
"Memang tidak banyak klien saya yang mengusung Wedding Syar'i. Hanya orang tertentu saja, dan ini menjadi tantangan bagi saya," tuturnya, Sabtu ( 19/3/2016). Wedding Syar'i sebuah hal yang unik, lanjut Devi, pasangan yang menikah memilih sendiri konsepnya. Baik itu ala timur tengah, atau negara islam lainnya. Itu berlaku mulai dari busana pengantin, pernak - pernik, dan bahkan penataan tamu yang dipisah antara wanita dan perempuan. "Dipisah (tamu) sehingga yang hadir bisa merasakan kenyamanan, tidak mengubah keskaralan sebuah pernikahan," terang dara cantik yang aktif di organisasi Nol Sampah, dan DKW Garda Bangsa Jatim ini. Diakuinya, selama menjadi event organizer (EO) Wedding Syar'i yang dijalaninya tidak banyak permintaan. Namun, ini dilakoninya dan memilih bertahan untuk menpopulerkan konsep tersebut. " Ya kita terus memberikan konsep - konsep terkini soal ceremonial Wedding Syar'i," imbuh aktivis Alumnus Universitas Airlangga Surabaya. (Rud) 




























