Petugas Sensus Jangan Asal Dapat Data!

Padang, Obsessionnews - Sebanyak 5.701 orang di Sumatera Barat (Sumbar) dikerahkan untuk melakukan pendataan selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016. Petugas sensus yang tersebar di 19 kabupaten/kota di Sumbar itu mulai melakukan pendataan pada bulan Mei 2016. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berharap kepada petugas sensus ekonomi harus bekerja profesional dengan mengambil data secara akurat sehingga hasilnya akurat. "Petugas yang mencari data untuk berkerja secara serius dan sungguh-sungguh serta jujur. Jangan asal dapat data dan kalau itu dilakukan resikonya akan sangat besar terhadap pembangunan daerah," kata Irwan Prayitno ketika Senam Massal Sensus Ekonomi 2016 di depan Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Jum'at (18/3). Kepada masyarakat, Irwan Prayitno juga meminta untuk terbuka memberikan data yang dibutuhkan petugas. "Masyarakat diharapkan untuk tidak menutup informasi dan tidak merahasiakannya," ujarnya. Menurut Irwan Prayitno, mengajak masyarakat agar jujur dan terbuka menjadi tantangan bagi petugas dilapangan untuk mencari data. Sementara itu Dedi Herlando mengatakan, petugas yang mencatat dilapangan sudah diberi pelatihan dan arahan bagaimana mengumpulkan data yang benar dan akurat, sehingga tidak terjadi data yang asal-asalan. "Sebelum melakukan pendataan, mereka kita beri pelatihan dulu, bagaimana mencari dan mengumpulkan data," kata Dedi. Dedi mengatakan, keuntungan dari Sensus Ekonomi dimana pemerintah mendapatkan data sebaran usaha. Data sebaran usaha itu bisa digunakan pelaku usaha melihat persaingan bisnis yang ada. Kemudian, memberikan informasi terkait input usaha sehingga memberikan gambaran soal distribusi gender dan latar belakang pendidikan. (Musthafa Ritonga) Foto : Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tengah dan kepala BPS Sumbar Dedi Herlando sebelah kiri dan Wako Padang Mahyeldi Ansharullah sebelah kanan.





























