Pemkot Bandung Minta LPM Bantu Naikkan Daya Beli Masyarakat

Bandung, Obsessionnews - Sekretaris Daerah Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Yossi M Irianto, membuka Musyawarah Daerah IV Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Bandung di Graha Emerald Jl Cimuncang Bandung, Kamis (17/3/ 2016). Musda IV yang mengambil motto "Mewujudkan Pembangunan yang Merata Berdaya dan bersama Menuju Bandung Juara" ini dihadiri oleh seluruh DPD ( Dewan Pimpinan Daerah) LSM di tiap Kecamatan di Kota Bandung dan segenap ornamen Kepala SKPD dan Kewilayahan di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Diawali dengan Laporan Ketua Panitia DPD Provinsi Jawa Barat LPM Dedi Suhandi memaparkan sebagai upaya dalam mendorong pembangunan dikota Bandung. "LPM merupakan wadah dalam mengakselerasi proses pembangunan di Kota Bandung, untuk itu sudah seharusnya kepengurusan dan pola pikir serta ide-ide baru sering dimunculkan dalam Musda IV ini, " terangnya. Dedi juga menambahkan DPD Provinsi dan Pemerintah Kota Bandung sangat berharap kegiatan Musda IV seperti ini menjadi rutin dilaksanakan di Kota Bandung. "DPD Provinsi dan Pemerintah kota Bandung memandang perlu adanya suatu kegiatan Musda yang dapat menjadi wadah aspirasi dari setiap DPD di Kota Bandung," tegasnya. Disaat yang sama Ketua LPM Kota Bandung Merdi memaparkan pemberdayaan masyarakat pada intinya adalah bukan saja membangun tetapi lebih ke pembentukan sikap dan mindset Masyarakat ke arah yang lebih baik. “Substansi yang ada dalam pemberdayaan masyarakat adalah bagaimana merubah sikap dan perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik , baik dari segi kualitas intelektual maupun spritualnya,” paparnya. Merdi juga menambahkan antara fasilitas dan pola pikir masyarakat harus memiliki keseimbangan dalam membangun sehingga nantinya proses pembangunan akan optimal. “Tujuan utama LPM dalam mengabdi dan membangun bagi masyarakat adalah sebagai motivasi untuk merubah mindset atau pola pikir untuk menjadi lebih baik dan maju , bukan mencari prestasi prestasi,“ tegasnya. Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi M. Irianto sebelum meresmikan dimulainya Musda IV DPD LPM Kota Bandung berharap kegiatan Musda IV ini menandai sebuah komitmen yang kuat bagi LPM Kota Bandung. “Bandung menjadi pelopor LPM yang merubah sejarah pembangunan kota melalui pemberdayaan masyarakat dan semua ini berkat rasa kebersamaam yang kuat dari para pejuang dan anggotanya,” tegasnya. Yossi juga menekankan LPM merupakan sebuah Lembaga yang sudah dekat lama dengan masyarakat sehingga memiliki posisi strategis karena menjadi motor penggerak dalam pembangunan di masyarakat. “Sudah 26 tahun LPM lahir tanpa disadari telah membantu membangun Kota Bandung dan menjadikan Bandung sebagai pionir pembangunan melalui pemberdayaan masyarakat,” jelasnya. Selain itu Musda IV DPD LPM sebuah proses demokrasi dan poin penting yg diharapkan dapat melahirkan pikiran-pikiran penting bagi pola baru yang efektif dalam mendorong akselerasi pembangunan dengan pemberdayaan masyarakat. “Dari sisi administratif ada yang mendasar yaitu kini masyarakat dapat melakukan pelayanan dan memberdayakan dirinya sendiri dalam membangun daerahnya dan LPM adalah sebagai wadah dalam menyalurkan pembangunan tersebut,” tegasnya. Sebelum mengakhiri sambutannya Yossi kembali mengingatkan pada tahun ke 2 pembangunan dengan pemberdayaan masyarakat harus lebih optimal dan terstruktur agar kedepan dapat lebih merata , berdaya dan mengedapankan peningkatan ekonomi masyarakat. “Strategi pembangunan di tahun ke 2 ini diharapkan bukan hanya di infrastrktur tetapi harus penguatan daya beli masyarakat dengan memperkuat ekonomi kerakyatan masyarakat,” jelasnya. Yossi meresmikan pembukaan Musyawarah Daerah IV Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pembedayaan Masyarakat Kota Bandung dan mengajak seluruh peserta untuk terus solid dalam membangun Kota Bandung. “Pertahankan perjuangan dan selaraskan dengan pembentukan karakter serta minset/pola pikir masyarakat Musda IV ini harus menghasilkan program-program yang inovatif dan kepengurusan yg lebih handal lagi, demi menuju Bandung Juara,” pungkasnya. (Dudy Supriyadi)





























