Jokowi akan Bebaskan Lahan Warga di Bendungan Jatigede

Sumedang, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkembangan bendungan Jatigede, Sumedang serta melihat panel dan maket bendungan tersebut. Presiden didampingi Ibu Negara Iriana melewati perjalanan darat dengan iring-ringan kendaraan. Jokowi mengatakan pembangunan bendungan Jatigede ini sudah direncanakan sejak tahun 60an, namun belum terealisasi karena terbentur dengan masalah pembebasan lahan warga. Akhirnya pada masa pemerintahan ini, bendungan ini kembali dilanjutkan. "Memang problemnya keputusan di pembebasan lahannya terkatung-katung, berkat lapangan yang diselesaikan, oleh karena pa Gubernur Jabar, Kemenpu, Drjen dan semuanya," kata Jokowi kepada wartawan, Kamis (17/3/2016). Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi berjanji akan menuntaskan masalah pembebasan lahan warga di kawasan waduk Jatigede, pada tahun ini. Dari 10924 Kepala Keluarga, tinggal 614 yang belum diselesaikan karena masih terlibat sengketa ahli waris. "Tapi ininsyaallah tahun tahun ini sudah rampung semuanya," pungkas Jokowi. Presiden menegaskan untuk setiap proyek pembangunan waduk, masalah pembebasan lahan warga 100 persen menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya berperan memfasilitasi warga. "Kita selesaikan dengan pendekatan-pendekatan yang baik, artinya di semua tempat waduk-waduk yang tadi saya sampaikan gak ada maslah karena pendekatan-pendekatan yang dilakukan," ujar Presiden. Bendungan Jatigede diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono 31 Agustus 2015. Bendungan ini memiliki luas 5.000 hektar dan ketinggian air maksimal sekitar 260 meter. Bendungan ini selain digunakan untuk pengairan dan perikanan, juga akan digunakan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan kawasan pariwisata. Bendungan ini akan dapat mengairi lahan seluas 90.000 hektar, sekaligus menjadi penyediaan air baku untuk wilayah Cirebon, Majalengka, Sumedang dan Indramayu. (Has)





























