Basarnas Peragakan Penyelamatan Korban Dalam Air

Basarnas Peragakan Penyelamatan Korban Dalam Air
Boat ukuran 4 x 2 meter dengan 8 penumpang siap berlabuh. Instruktur berulang kali menyeru perintah, tanda dayung dikayuh kuat bersamaan. Namun, peluh keringat teriakannya hanya dijawab dengan sederet gigi putih dan senyum polos peserta simulasi. Perlu dua hingga tiga kali penjelasan, hingga mereka paham benar maksud pelatih. Tapi apalah daya, lagi-lagi sebaris gigi putih yang diperlihatkan seolah-olah mereka telah mengerti.Semarang, Obsessionnews – Begitulah kira-kira gambaran serunya pelatihan simulasi penyelamatan air yang digagas oleh Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Kota Semarang, saat melatih 139 murid Taman Kanak-Kanak Slamet Tunas Bangsa IV di halaman kantor, Kamis (17/3/2016). Para murid berusia antara 4-5 tahun begitu antusias, mengikuti jalannya acara. Bagaimana tidak, sederet kegiatan menarik telah dipersiapkan anggota Basarnas. Kepala Seksi Potensi Bencana, Joko Sungkowo memaparkan, kegiatan ini berfungsi sebagai pengenalan anak usia dini, terhadap dasar-dasar penyelamatan korban dalam air. “Kegiatan pagi ini menjadi dasar bagi anak, terutama tentang pengenalan alat-alat keselamatan dalam air,” papar dia kepada Obsessionnews.com. Peserta acara tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka langsung diajak menuju ruang aula, untuk diberi pengarahan mengenai jalannya acara selama satu hari. Usai diberi arahan, para murid TK lantas dibawa ke bagian bawah kantor guna merasakan sensasi menaiki kendaraan Argo, milik Basarnas. “Kami sengaja membawa anak-anak jalan-jalan disekitar kawasan kantor dengan Argo supaya mereka tertarik. Argo ini adalah kendaraan khusus untuk operasi di kawasan air dan rawa,” tambah Humas Basarnas, Affandi. Puas mengendarai Argo, peserta kemudian diajak ke sesi berikutnya yakni pengenalan alat keselamatan air. Meski hampir sebagian besar peserta tidak cukup mengerti, namun mereka cukup antusias saat pengajar mengeluarkan pelampung dan alat bantu pernafasan. Selesai materi pengenalan alat, para peserta lalu memasuki sesi terakhir yakni simulasi penyelamatan menggunakan boat asli. Walaupun tidak berlabuh di air, murid-murid itu berteriak gembira lantaran bisa berada langsung diatas kapal penyelamat yang selama ini hanya bisa mereka tonton dibalik layar televisi. “Jadi awalnya kami selaku guru ingin mengajak anak-anak melihat langsung petugas Basarnas. Tapi alhamdulillah, mereka semua senang bisa diajak naik alat-alat milik Basarnas,” tandas Kepala Sekolah TK Slamet Tunas Bangsa IV. Acara berlangsung meriah selama beberapa jam. Di akhir hari, para peserta berfoto bersama petugas Basarnas seraya menunjukkan berbagai pose penyelamatan yang mereka pelajari. (Yusuf IH)