Mahasiswa RI di Inggris Bertekad Menangkan Imagine Cup 2016

Jakarta, Obsessionnews - Muhammad Rezqi adalah salah satu mahasiswa asal Indonesia di Inggris yang berhasil mengikuti ajang inovasi teknologi Imagine Cup 2016 yang diselenggarakan oleh Microsoft. Ajang ini sudah masuk ke tahap final di tingkat nasional. Peserta Imagine Cup 2016 kali ini datang dari berbagai kampus di daerah di seluruh Indonesia. Bahkan sampai dari luar negeri, termasuk Rezqi, yang kini kuliah University of Edinburgh jurusan Cyber Security and Privacy. Imagine Cup adalah hajatan tahunan Microsoft paling bergengsi yang melombakan inovasi karya para pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia. Ada tiga kategori yang dilombakan, World Citizenship, Innovation dan Games. Rezqi bersama tiga orang temannya yang kuliah di Inggris yakni Ali Akbar Septiandri, Dewi Nur Aisyah dan Ahmad Ataka Awallur Rizqi berhasil mengikuti ajang Imagine Cup 2016 ke tahap final nasional dengan katagori World Citizenship. Ada tiga tim di katagori ini yang sudah masuk ke tahap final. Tim Rezqi dan tiga orang temannya dinamakan, Tim Garuda45. Sementara dua lainnya yakni Tim Proclub studio dari Universitas Telkom Bandung dan Tim TaniHub dari BINUS Internasional Jakarta. Rezqi menuturkan, tema word citizenship lombanya adalah bagaimana cara mengidentifikasi permasalahan di dunia yang dialami oleh banyak orang, dan mencari solusinya. Tujuan akhirnya adalah mengembangkan proyek teknologi untuk menyelesaikan masalah di bidang kesehatan, edukasi, atau lingkungan. "Nah nanti masing-masing tim mengidentifikasi masalah sendiri dan mengembangkan solusi teknologi sendiri. Kalau tim saya, kita memilih menyelesaikan masalah di bidang kesehatan umumnya, khususnya di masalah penanggulangan TBC di indonesia," kata Rezqi, kepada Obsessionnews Rabu (16/3/2016) "Jadi proyeknya adalah untuk menyediakan solusi deteksi penyakit TBC untuk daerah-daerah yang masih belum terjangkau teknologi medis terbaru seperti yang sudah dipakai di negara berkembang seperti di Indonesia. Deteksi TBC dari sampel sputum masih banyak digunakan, terutama di puskesmas-puskesmas dan di daerah," lanjutnya. Tahap awal dalam kompetensi nasional ini khususnya di kategori word citizenship ada sekitar 43 tim yang diterima submisi idenya oleh pihak penyelenggara. Kemudian mencapai semifinal menjadi enam tim, dan masuk ke final tersisa tiga tim. Rencananya, untuk lomba final di tingkat nasional akan diadakan di 6 April 2016 di Jakarta. Tim yang menjadi pemenang babak final tingkat nasional Imagine Cup 2016 berhak mewakili Indonesia di tahap world semi-final dan memperebutkan tiket ke Seattle, Washington, Amerika Serikat untuk mengikuti tahap world final. Tidak Mau Pakai Bendera Asing Meski Rezqi dan tiga temannya kuliah di luar negeri (Inggris) mereka tetap memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Ia menuturkan, Imagine Cup 2016 adalah perlombaan inovasi yang pesertanya diambil dari berbagai negara di dunia. Karena mereka kuliah di Inggris, Rezqi mengaku bisa saja ia mendaftar di Inggris. Namun, ia bersama temannya tidak mau. Sebab, bila memenangkan ajang ini, maka, mereka sama saja membawa bendera Inggris. "Awalnya kita mau daftar dari sini saja. Tapi teman saya bilang karena kita semua orang Indonesia, kalau seandainya lolos, agak janggal juga kalau bawa bendera negara lain, jadi kita daftar regional indonesia," ungkapnya. Rezqi juga menyadari, dirinya bersama tiga temannya bisa terbang ke Inggris karena mendapat beasiswa dari Presiden Indonesia. Untuk itu, ia akan berusaha mengharumkan nama Indonesia dengan memenangkan ajang Imagine Cup 2016 ditingkat internasional. "Jadi begitu bertimbangannya," jelas Rezqi pria asal Bukit Tinggi ini. Adapun enam tim lainnya yang masuk ke tahapan nasional final yakni di kategori Inovasi, ada Tim BatuBuah dari Universitas Telkom Bandung dengan proyek EZMarker, dan Tim Hoome Studio dari Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Telkom dengan proyek Hoome, serta Tim IMS dari Universitas Komputer Indonesia Bandung) dengan proyek IMS+ (Infusion Monitoring System). Sedangkan untuk kategori Images ada Tim None Developers dari Universitas Trunojoyo Madura, Bangkalan, dengan game Froggy and the Pesticide, Tim Reversi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dengan game MonsterMath, dan Tim Rubic Studio dari Universitas Trunojoyo Madura Bangkalan dengan game Flip the Cat. (Albar)





























