Darmin Nasution Buka ICOPE ke-5 di Nusa Dua

Darmin Nasution Buka ICOPE ke-5 di Nusa Dua
Nusa Dua, Obsessionnews– Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution secara resmi membuka Konferensi Internasional Kelapa Sawit dan Lingkungan (International Conference on Oil Palm dan Environment/ICOPE) ke-5 di Nusa Dua Bali, Rabu (16/3/2016). Sebagai wakil pemerintah Indonesia, Darmin menyampaikan apresiasi atas digelarnya konferensi bertaraf internasional tersebut. Dia berharap konferensi itu bisa memberikan solusi yang efektif dan posistif bagi seluruh pemangku kepentingan. "Konferensi ini diharapkan dapat memberikan solusi efektif bagi pemerintah Indonesia. Terutama dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca seperti yang diamanatkan oleh COP21,” tuturnya saat memberikan sambutan. Diungkapkan Darmin, perubahan iklim itu nyata dan tidak bisa dipungkiri. Oleh karenanya ia mengimbau agar para pengusaha dan petani kelapa sawit memikirkan bagaimana cara untuk menghadapinya. Dan cara yang paling efektif untuk menghadapinya, menurut Darmin, adalah seluruh pemangku kepentingan, ilmuwan dan praktisi, petani, LSM dan yang lainnya mesti mengembangkan pilihan serta mengambil langkah mitigasi dan adaptasi dalam menghadapi perubahan iklim untuk diaplikasikan di seluruh industri perkebunan sawit. Sementara itu Chairman dan CEO Golden Agri-Resources (GAR), Franky O. Widjaja mengatakan, kelapa sawit merupakan industri yang berperan penting dalam mewujudkan perekonomian rendah karbon di Indonesia. “Selain itu, industri ini juga telah membantu menciptakan lapangan kerja yang luas, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan bagi lebih 16 juta penduduk Indonesia, baik secara langsung ataupun tidak langsung,” ujarnya. Perhelatan yang digelar sepanjang 16-18 Maret 2016 ini dihadiri sekitar 400 peserta dari 18 negara di dunia. Para peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai para pejabat pemerintahan, ilmuwan, akademisi, peneliti, petani kelapa sawit, industri, aktifis lingkungan hidup dan sebagainya. Nantinya, para peserta konferensi yang bertemakan "Sawit Berkelanjutan dan Perubahan Iklim, Jalan Ke Depan melalui Mitigasi dan Adaptasi” ini akan membahas berbagai topik aktual, seperti pengurangan emisi melalui konservasi hutan, meningkatkan fiksasi karbon, hingga pemanfaatan bahan bakar energi terbarukan. (Fath)