Jenazah Sulistiyo Datang, Isak Tangis Pecah

Semarang, Obsessionnews - Isak tangis mewarnai rumah duka Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dr Sulistiyo, saat jenazah almarhum datang sekitar pukul 11.15 WIB. Para pelayat, baik dari kerabat maupun kalangan pejabat berdatangan sejak Selasa (15/2/2016) pagi. [caption id="attachment_106558" align="alignleft" width="306"]
Mantan Presiden SBY.[/caption] Tak terkecuali, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang jauh-jauh datang melayat. Terlihat pula Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono. Kepergian Susilo memang mengagetkan semua pihak. Staf Pribadi Sulistiyo, Mukhlis, menjelaskan almarhum akan dimakamkan di Banjarnegara, kampung halaman aktivis guru tersebut. "Sesuai permintaan orang tua almarhum. Jenazah akan dimakamkan di Banjarnegara," terang dia di rumah duka jalan Karang Ingas Raya Nomor 8 RT3/RWVII, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang. Menurutnya, permintaan pemakaman di Banjarnegara karena almarhum merupakan anak tunggal. Jenazah tiba dari Jakarta sekitar pukul 10.30 WIB di Bandara Internasional Ahmad Yani. Rencananya, siang ini, sehabis dzuhur, jenazah akan langsung dibawa Banjarnegara. Ketua PGRI Jawa Tengah, Widadi selaku teman dekat almarhum mengaku Susilo merupakan pribadi yang tidak dapat tergantikan. Baginya, Susilo bukan hanya sekedar Ketua PB PGRI, namun juga pengajar dan sosok luar biasa. "Semua orang ada plus minusnya. Tapi bagi saya, beliau tidak ada yang bisa menggantikan," kata dia. Sulistiyo, lanjutnya adalah orang yang mengabdikan hidup bagi guru-guru di Indonesia. Banyak perjuangan yang telah almarhum lakukan, bahkan bagi almameter kampusnya. "Apa yang diperjuangkan beliau sangat bermakna bagi kami semuanya," tandasnya. (Yusuf IH)
Mantan Presiden SBY.[/caption] Tak terkecuali, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang jauh-jauh datang melayat. Terlihat pula Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono. Kepergian Susilo memang mengagetkan semua pihak. Staf Pribadi Sulistiyo, Mukhlis, menjelaskan almarhum akan dimakamkan di Banjarnegara, kampung halaman aktivis guru tersebut. "Sesuai permintaan orang tua almarhum. Jenazah akan dimakamkan di Banjarnegara," terang dia di rumah duka jalan Karang Ingas Raya Nomor 8 RT3/RWVII, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang. Menurutnya, permintaan pemakaman di Banjarnegara karena almarhum merupakan anak tunggal. Jenazah tiba dari Jakarta sekitar pukul 10.30 WIB di Bandara Internasional Ahmad Yani. Rencananya, siang ini, sehabis dzuhur, jenazah akan langsung dibawa Banjarnegara. Ketua PGRI Jawa Tengah, Widadi selaku teman dekat almarhum mengaku Susilo merupakan pribadi yang tidak dapat tergantikan. Baginya, Susilo bukan hanya sekedar Ketua PB PGRI, namun juga pengajar dan sosok luar biasa. "Semua orang ada plus minusnya. Tapi bagi saya, beliau tidak ada yang bisa menggantikan," kata dia. Sulistiyo, lanjutnya adalah orang yang mengabdikan hidup bagi guru-guru di Indonesia. Banyak perjuangan yang telah almarhum lakukan, bahkan bagi almameter kampusnya. "Apa yang diperjuangkan beliau sangat bermakna bagi kami semuanya," tandasnya. (Yusuf IH) 




























