Boikot Produk Israel Butuh Kerjasama

Jakarta, Obsessionnews - Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada negara-negara muslim untuk memboikot produk Israel. Langkah ini diperlukan untuk memperkecil pengaruh Israel dalam melakukan penindadasan terhadap Palestina. Namun, kata Saleh, ajakan untuk memboikot produk Israel tidaklah mudah. Menurutnya, diperlukan kerjasama antar instansi untuk mengatahui produk-produk Israel yang masuk ke Indonesia. "Yang saya tahu negara Indonesia sampai saat ini belum mempunyai data tentang produk Israel yang dipasarkan di Indonesia," kata Saleh, Ahad (13/3). Kerjasama itu, katanya, bisa dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Politisi PAN ini menjelaskan, Kemenag nantinya bisa mendeteksi barang-barang impor Indonesia yang masuk ke Indonesia. Bila diketahui, ada produk dari Israel maka, tidak diperkenankan masuk. Kemudian, Kemenkumham dinilai penting untuk melihat warga negara asing (WNA) yang melakukan imigrasi ke Indonesia, terutama untuk melihat WNA yang berasal dari negara Zionis untuk melakukan bisnis di Indonesia. "Karena di sana ada izin tinggal. Tujuan tinggal ada yang wisata, bekerja, dan macam-macam," tuturnya. Sebelumnya, Senin (7/3) lalu, Presiden Jokowi menegaskan untuk memboikot produk Israel di hadapan 657 perwakilan dari 55 negara dalam Konfrensi Tingkat Tinggi Organisasi Konfrensi Islam (KTT OKI). (Albar)





























