Gerhana Matahari 1.000 Tahun Sekali Sama di Zaman Nabi

Gerhana Matahari 1.000 Tahun Sekali Sama di Zaman Nabi
Semarang, Obsessionnews – Fenomena gerhana matahari sebagian yang diprediksi jatuh pada Rabu, 9 Maret 2016 mendatang menjadi sangat istimewa, khususnya bagi kaum muslimin. Pasalnya, kejadian langka ini disebut-sebut sebagai gerhana yang terjadi mirip di zaman Nabi Muhammad SAW. “Gerhana yang bisa disaksikan di Kota Semarang besok adalah gerhana matahari sebagian. Memang seperti kejadian saat zaman Rasulullah. Ini menjadi sangat bagus dan istimewa bagi warga Semarang,” kata Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ahmad Izzuddin dalam diskusi Seminar Nasional dengan tema “Menyambut Gerhana Matahari Total 2016” di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Sabtu (5/3/2016). Menurut perhitungan astronomi, terdapat kesamaan gerhana matahari di kawasan Kota Semarang baik dari waktu, durasi serta jumlah piringan gerhananya. Jika dilihat dari waktu kejadian, gerhana ini sama-sama terjadi pada seperempat pagit terawal, walaupun tidak sesuai waktu jamnya. Di zaman Nabi, gerhana muncul tepat 29 Syawal 10 Hijiriah atau 27 Januari 632 Masehi. Sedangkan gerhana yang bisa disaksikan dari seluruh penjuru kota Semarang terjadi pada pukul 06:20:33 WIB. “Puncak gerhana besok terjadi pukul 07:23:54 WIB dengan akhir gerhana pukul 08:36:11 WIB. Saat zaman nabi hampir mirip dengan puncak gerhana pukul 08:21:04 WD dengan akhir gerhana pukul 09:45:03 WD,” paparnya bersemangat. Ditilik dari segi durasi, gerhana yang bisa ditonton selama kurang lebih 2 jam 15 menit 38 detik ini memiliki presentasi gelap sampai 80%. Pada zaman Nabi, durasi gerhana terjadi selama 2 jam 36 menit 11 detik dengan selisih piringan gerhana 8% lebih kecil ketimbang saat ini. Yang menarik, gerhana pekan depan hanya terjadi sekali dalam seribu tahun. Fenomena ini juga bertepatan dengan peringatan Sayyid Ibrahim alias putra Rasulullah dari istrinya, Maria Al-Ibtiyah. Kata dia, putra nabi dalam historis Isla wafat tepat semalam sebelum gerhana berlangsung. Sehingga, ia menghimbau kaum muslimin menunaikan shalat gerhana matahari, yang akan dijalankan di halaman MAJT. “Entah ini suatu kebetulan atau tidak, yang pasti gerhana matahari sebagian yang akan kita saksikan di komplek MAJT nanti patut kita syukuri dan menjadi berkah tersendiri,” tandasnya. (Yusuf IH)