Wagub Sumbar: Sosialisasi Gempa Perlu Dioptimalkan

Padang, Obsessionnews - Gempa berkekuatan gempa 7,8 Skala Richter (SR) yang terjadi Rabu (2/3) sekitar pukul 19:49 WIB, spontan masyarakat panik. Kepanikan warga terlebih setelah ada peringatan terjadi tsunami. Akibat kekhawatiran terjadi tsunami, warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang aman. Malah warga berbondong-bondong mencari tempat yang dirasa aman dengan menggunakan kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit mengatakan warga berbondong-bondong meyelamatkan diri mencari tempat yang lebih aman dengan menggunakan kendaraan, karena sosialisasi yang dilaksanakan masih minim. "Tidak perlu lah menyelamatkan diri dengan cara demikian. Shelter kan sudah ada. Manfaatkanlah itu dan tidak usah berbondong-bondong dengan menaiki kendaraan untuk menyelamatkan diri," kata Nasrul Abit usai pembukaan acara Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kamis, (3/3). Berdasarkan pantauan Wagub warga yang menyelamatkan diri tidak hanya yang tinggal di daerah pinggir pantai. Malah ada warga yang menyelamatkan diri di zona aman tsunami, yaitu di kawasan Bandar Buek, Kota Padang. "Saya juga tadi malam melihat orang Bandar Buek pun lari. Untuk apa. Itukan jauh sekali itu," ujar Nasrul Abit. Ia meminta BPBD dan instansi terkait melakukan sosialisasi secara maksimal, sehingga masyarakat mengetahui karakter gempa yang berpotensi terjadi tsunami. (Musthafa Ritonga)





























